Jakarta Banjir

Hujan Sebentar, Jalan Angkasa Kerap Kebanjiran

Walau terlihat surut dan dangkal sekitar 10 cm, genangan yang kini masih terlihat di Jalan Angkasa itu sangat mengganggu aktivitas warga

Hujan Sebentar, Jalan Angkasa Kerap Kebanjiran
Warta Kota/Dwi Rizki
Suasana Jalan Angkasa yang kerap tergenang air, Selasa (17/2). 

WARTA KOTA, KEMAYORAN - 'Kalau hujan, pasti banjir' kalimat tersebut spontan dilontarkan sebagian warga maupun pedagang di Jalan Angkasa, Gunung Sahari Selatan, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (17/2). Warga pun menilai Pemkot Jakarta Pusat belum dapat memecahkan masalah banjir, padahal genangan seringkali memutus akses ataupun menyebabkan kemacetan di sekitar lokasi.

Walau terlihat surut dan dangkal sekitar 10 cm, genangan yang kini masih terlihat persis di putaran Jalan Angkasa itu sangat mengganggu aktivitas warga hingga kini. Akibat tergenang air, pejalan kaki maupun pengendara sepeda motor pun harus berjalan memutar arah dan memasuki jalan permukiman warga RT 04/02 Gunung Sahari Selatan, Kemayoran.

Rasa kecewa yang sudah menahun itu pun diungkapkan, Akan Rambani (44) warga RT 04/02 Gunung Sahari Selatan sangat disesalkan oleh warga saat ini. Karena menurutnya, walau sudah dilaporkan dan beberapa kali dikeluhkan warga dalam Musyawarah Pengembangan dan Pembangunan (Musrembang) Kecamatan Kemayoran, solusi atas permasalahan belum terpecahkan hingga kini.

"Permasalahannya udah jelas, karena Kali Sunter ngeluap, saluran air juga nggak nampung. Sebenarnya warga sudah lapor, orang dari Kecamatan (Kemayoran-red) juga udah lihat, tapi sampai sekarang belum ada perbaikan. Jadi setiap hujan deras, pasti jalanan kebanjiran," keluhnya.

Kondisi tersebut pun diungkapkannya, secara langsung sangat merugikan warga, khususnya warga sekitar. Karena akses jalan terputus, pengguna jalan khususnya pengendara sepeda motor mencari jalan alternatif melintasi permukiman warga. Sehingga, selain mengganggu kenyamanan, keselamatan anak-anak pun semakin rawan.

"Seharusnya dikeruk atau dibikin turap, jadi kali nggak ngeluber (limpas-red) ke jalan. Soalnya, karena kali keliatannya makin dangkal, jarak permukaannya aja sama pinggir turap kalau lagi kering cuma setengah meteran. Harapan saya ya supaya cepet-cepet dibenerin, jangan setiap hujan lama dikit jadi banjir," tutupnya. (dwi)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved