Kamis, 9 April 2026

Kartu Indonesia Sehat

BREAKING NEWS: Pasien BPJS Meninggal di Angkot

Pasien BPJS yang tinggal di Jalan Pamikul 4, Tegal Gundil, Kota Bogor, meninggal di angkutan kota (angkot).

Penulis: Dody Hasanuddin | Editor: Suprapto

WARTA KOTA, PALMERAH— Inilah potret carut marutnya Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Hal itu terbukti dengan meninggalnya pasien BPJS yang tinggal di Jalan Pamikul 4, Tegal Gundil, Kota Bogor, di angkutan kota (angkot).

Koharudin (76) yang mengalami sakit karena usia lanjut tak bisa dirawat di ICU sejumlah rumah sakit di Kota Bogor dengan alasan penuh. Koharudin memiliki kartu Askes. Namun kartu yang dibutuhkan untuk mengobati Koharuddin tak membuat rumah sakit menerimanya.

Setelah berputar-putar mencari rumah sakit yang mau menerima Koharudin, akhirnya pria tersebut meninggal di angkot saat berada di depan RS Karya Bhakti, Bogor Selatan.

"Saya sudah ke berbagai rumah sakit di Kota Bogor berbekal kartu Askes, namun sejumlah rumah sakit itu tidak mau menerima alasannya penuh. Bahkan ada rumah sakit yang tegas menolak karena tidak kerjasama dengan BPJS. Memang rezeki, jodoh, dan mati sudah takdir. Tapi kalo bapak saya meninggal di angkot saya sedih banget," kata Nunung, putri almarhum Koharudin, Selasa (17/2/2015).

Menurut Nunung, peristiwa itu terjadi pada Minggu (15/2/2015). Berbekal rujukan dari puskesmas setempat, pukul 14.00, ia dan kakaknya membawa bapaknya ke rumah sakit dengan menyewa angkot. Rumah sakit yang berada di sepanjang Jalan Pajajaran, dan Jalan Sudirman tak mau menerima Koharudin dengan alasan penuh. Hingga pukul 16.00 akhirnya Koharudin pun meninggal.

"Bikin miris lagi, saat kami datang ke salah satu rumah sakit di Jalan Pajajaran, petugasnya bilang ICU penuh. Namun ketika ada pasien baru datang dan membayarkan deposit, pasien itu pun masuk ICU. Dimanakah keadilan di negeri ini," tandasnya.

Nunung menyatakan bahwa orangtuanya sakit sejak tiga bulan yang lalu. Selama tiga bulan itu, orangtuanya berobat jalan ke puskesmas.

"Saya gak tahu bapak saya sakit apa. Dokternya juga gak tahu. Dokternya bilang ini penyakit tua. Pada Minggu itu bapaknya saya sudah tidak bisa makan dan minum," paparnya

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved