Sabtu, 25 April 2026

Proyek Pengerukan Waduk Rawa Kendal Mangkrak Setahun

Proyek pengerukan Waduk Rawa Kendal, Cilincing, Jakarta Utara, terbengkalai alias mangkrak.

Editor: Lucky Oktaviano

WARTA KOTA, JAKARTA - Beberapa warga di Jalan Karang Kendal, Kelurahan Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, berpendapat proyek pengerukan Waduk Rawa Kendal, Cilincing, Jakarta Utara, terbengkalai alias mangkrak. Pasalnya, hampir setahun proyek tersebut tak berjalan.

Hasil pengamatan Warta Kota, waduk yang berfungsi sebagai tempat penampungan air, dan salah satu cara mengantisipasi, nampak tak ada aktivitas pihak Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Tata Air DKI Jakarta.

Malahan, terlihat tiga ekskavator kuning milik DPU DKI bertengger berjejer di bibir waduk.

Suasana di lokasi pun begitu sepi. Hanya terlihat aktivitas warga pemukiman di sekitar waduk. Selain itu, tampak tiga ekskavator itu sudah usang, lantaran lama tak dinyalakan.

Di lokasi, banyak lumpur-lumpur bekas pengerukan di bibir waduk. Lumpur-lumpur itupun dalam keadaan kering.

Beberapa warga mengeluhkan akan terbengkalainya proyek pengerukan waduk tersebut. Padahal, waduk tersebut berfungsi sebagai antisipasi banjir.

Namun, lantaran mangkrak, beberapa warga juga mengaku hujan yang terus turun beberapa hari lalu, membuat kawasan Karang Kendal banjir hingga 50 sentimeter.

"Ini baru surut dua hari yang lalu. Hujan deras kan sejak Senin (9/2/2015). Malahan sampai 2-3 hari lebih hujan turun. Air di waduk itu, meluber turun ke pemukiman warga. Hingga menyebabkan banjir setinggi 50 sentimeter. Ini baru surut dua hari yang lalu. Baru kering pak. Mangkrak tuh proyek!" ucap Syamsuddin (40), warga Karang Kendal, RT04/14, Marunda, Cilincing, Jakarta Utara Senin (16/2/2015).

Sepadan dengan Junaedi (59), warga Karang Kendal RT 008/05 Marunda, Cilincing, Jakarta Utara. Ia mengatakan, keberadaan dua waduk ini sangat dinanti masyarakat.

Selain diyakini mampu meminimalisasi banjir di permukiman warga melalui Kali Blencong, mereka juga menginginkan adanya taman yang dilengkapi fasilitas seperti halnya Taman Kota Waduk Pluit.

"Setahun lebih ya, sampai semenjak bulan Puasa kemarin. Memang nggak ada pekerjanya Pak pengerukan waduk di sini. Malahan, tiga ekskavator di sini diam aja sudah. Parkir aja di bibir waduk," ucap mekanik sepeda ini, yang kediamannya tepat di depan waduk Rawa Kendal.

Menurut dia, akibat hujan deras yang sempat melanda beberapa waktu lalu, membuat rumahnya tergenang air yang tingginya hampir 50 sentimeter.

"Banjir pak di sini. Gak tahu deh di daerah mana aja yang terjena banjir. Toh kita terjebak pak. Jagain rumah aja," ucapnya sambil memperbaiki sepeda pelanggannya.

Ia yang sudah dikarunai dua anak ini sempat mengaku, Sabtu (14/02), dirinya melihat beberapa orang dari pihak DPU DKI datang membawa bahan bakar solar.

"Ada orang bawa mobil pick-up. Bawa dirigen yang isinya solar. Ya gak tahunya, solar itu buat ngisi bahan bakar buat 3 beko itu. Abis ngisi udah pergi gitu aja," ucapnya.

Dirinya pun mengira, hari ini pihak DPU DKI melanjutkan proyek pengerukkan. Namun, hingga saat ini tak terlihat aktivitas apapun di sekitaran waduk.

"Ya kan saya kira isi solar Senin mau ngeruk waduk kali ya. Nggak tahunya enggak sampe sekarang. Saya sih berharap ya, kalau bisa jangan dibuat mangkrak gini. Hampir setahun loh pak. Kalau nggak dikeruk-keruk, bisa banjir di sini," jelasnya.

Tidak tahu

Sementara itu, Lurah Marunda, Ali Mundasir mengaku tak tahu menahu mengenai mangkraknya proyek tersebut. "Itu kan proyeknya Dinas PU Pak. Itu di luar kegiatan Lurah," katanya saat dikonfirmasi.

Menurut dia, tak ada masalah terkait proyek pengerukan tersebut. "Jadi itu seharusnya yang mengerjakan perluasan lahan waduk itu juga kewajiban pengembang yakni PT Nusa Kirana. Nah kalau proses selanjutnya nggak tau deh tuh," ucapnya.

Ali berharap proyek pengerukan waduk tersebut kembali dilanjutkan. Mengingat waduk tersebut berfungsi sebagai tempat penampungan air.

"Mangkrak, ya memang mangkrak. Tapi saya gak tahu kenapa. Cuman saya hanya berharap ya dilanjutkan lagi. Toh waduk itu kan penting buat warga. Soalnya bisa menampung air, sehingga bisa juga dikatakan sebagai antisipasi banjir," katanya. (Panji Baskhara Ramadhan)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved