DPRD Depok Kecam Kadistarkim Depok soal Apartemen

Pernyataan Kepala Dinas Tata Ruang Kota Depok Kania Purwanti yang tidak akan menghentikan proyek apartemen di Depok menuai kecaman.

Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Warga yang menolak proyek pembangunan apartemen Cinere Terrace Suites, menyatakan aspirasi mereka dengan berbagai cara, Selasa (3/2/2015). Namun sampai kini tidak ada iktikad baik yang dilakukan pengembang. 

WARTA KOTA, DEPOK - Pernyataan Kepala Dinas Tata Ruang Kota Depok Kania Purwanti yang tidak akan menghentikan proyek apartemen di Depok menuai kecaman.

Kania beralasan apartemen merupakan salah satu solusi pengadaan tempat tinggal akibat terbatasnya lahan pemukiman di Kota Depok.

Kecaman dilontarkan Ketua Fraksi Golkar DPRD Depok, Babai Suhaimi. Menurut dia, pemahaman Pemkot Depok yakni Distarkim mengenai pengadaan tempat tinggal bagi masyarakat dengan apartemen adalah salah.

Menurutnya yang benar, solusi dari terbatasnya lahan adalah dengan membangun rumah susun berharga murah dan terjangkau dan bukan dengan pembangunan apartemen.

"Pemahaman Distarkim soal ini salah besar. Yang dimaksud Kemen PU dengan pengadaan bangunan vertikal sebagai solusi terbatasnya lahan, adalah melalui pembangunan rumah susun bukan apartemen," kata Babai.

Babai mengatakan apartemen yang harganya miliaran dan kini marak dibangun di sepanjang Jalan Margonda dan Cinere bukanlah ditujukan bagi warga masyarakat Depok kebanyakan.

Menurutnya apartemen ditujukan bagi masyarakat kelas atas dan hanya sedikit saja masyarakat yang mampu menjangkau harganya.

"Bahkan data kami menunjukkan, sebagian besar pemilik apartemen adalah pebisnis yang berinventasi lalu mengkontrakkan apartemennya dengan tarif mahal. Jadi bukan apartemen solusi untuk pengadaan tempat tinggal masyarakat, tetapi rumah susun," papar Babai.

Untuk itu, Babai, meminta agar pemahaman Distarkim Depok mengenai bangunan vertikal dirubah dan bukan menyasar apartemen dengan mengobral izin pembangunan. Babai meminta agar Pemkot Depok menyetop pemberian izin apartemen.

"Kalau yang dibangun rumah susun kami setuju dan mendukung. Tapi kalau apartemen yang harganya selangit kami menolak dan mendesak tidak ada lagi pembangunan apartemen di Margonda dan Cinere," ujar Babai.

Halaman
123
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Lucky Oktaviano
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved