Tahun Baru China Imlek
Buang Sial Terbangkan Burung Pipit di Kala Imlek
Biasanya orang Tionghoa beli burung ini, sudah gitu diterbangkan lagi,
WARTA KOTA, GLODOK - Para pedagang burung pipit mulai marak menjajakan dagangannya di Vihara. Burung pipit yang berukuran kecil dan memiliki suara khas melengking ini dipercaya kaum Tionghoa untuk membuang sial di kala perayaan Tahun Baru Imlek.
Solihin (23) penjual burung pipit sedari pagi hingga sore sudah memangkal jualannya di depan Vihara Petak Sembilan yang berlokasi di bilangan Gelodok, Jakarta Barat. Ia membawa kandang yang memiliki tiga tinggat berisikan ratusan burung pipit untuk diperjualkan ke jamaat di Vihara tersebut.
"Ini burung pipit katanya sebagai pembuang sial dalam perayaan Imlek. Biasanya orang Tionghoa beli burung ini, sudah gitu diterbangkan lagi," ujar Solihin berbincang santai dengan Warta Kota pada Senin (16/2/2015) sore.
Solihin mengatakan burung pipit dihargai senilai Rp. 1.200 per ekor. "Ini per ekor harganya Rp. 1.200 kan bentar lagi Imlek," ucap Solihin.
Senada dengan Solihin, Asep (29) penjual burung pipit di depan Vihara petak sembilan juga memanfaatkan moment Tahun Baru Imlek untuk berdagang. Pria asal Cimahi itu tak hanya menjual burung pipit, ada juga burung merpati berwarna putih.
"Kalau burung pipit harganya Rp. 1.200 per ekor, burung merpati sepasang Rp. 80.000," ucap Asep berdialek Sunda.
Billy satu dari jamaat Vihara menjelaskan pelepasan burung pipit di saat merayakan Imlek bukan lah untuk pembuang sial. Tapi dalam arti melepaskan mahkluk hidup agar duni ini menjadi aman, nyaman dan sejahtra.
"Sebetulnya bukan untuk buang sial, kita melepas burung pipit untuk melepaskan mahkluk hidup dari ikatan yang membelenggunya," tutur Billy. (Andika Panduwinata)