Citizen Journalism

Banjir Jakarta Sampai Kapan?

Jakarta telah mengalami dua belas kali pergantian pejabat Gubernur, ternyata banjir tetap saja terjadi

Banjir Jakarta Sampai Kapan?
Kompas.com
Jalan di Jakarta digenangi air. 

WARTA KOTA, PALMERAH - Hujan yang mengguyur Jakarta dalam beberapa hari secara terus-menerus telah membuat sebagian wilayah Ibu Kota tergenang banjir. Banjir lagi, banjir lagi! Itulah keluhan klasik sebagian warga yang rumah dan harta bendanya tenggelam karena musibah tahunan ini.

Penyebab utama banjir ini sebenarnya telah diketahui, yaitu : air kiriman dari hulu kali Ciliwung di Bogor Jawa Barat yang melebihi batas normal. Ditambah air hujan deras dan jeleknya drainase yang tersumbat akibat warga yang kurang disiplin buang sampah sembarangan. Lalu, ancaman air pasang (rob) laut Jawa.

Bila ketiganya terjadi bersamaan, mungkin peristiwa Bangkok ibu kota Thailand terkepung banjir beberapa tahun lalu akan terjadi di Jakarta.

Kembali pada kilas balik sejarah nasional, pada saat Batavia (Jakarta) masih dikuasai pemerintah kolonial Belanda, mereka tahu pasti kondisi Batavia, maka dibuatlah perencanaan antisipasi banjir demikian rupa. Diantaranya pembuatan Banjir Kanal Timur dan Barat serta pintu air Manggarai pada tahun 1911.

Namun kini setelah seratus tahun berlalu, bangsa Indonesia telah merdeka dan dipimpin oleh enam kali Presiden dan ibu kota Jakarta telah mengalami dua belas kali pergantian pejabat Gubernur, ternyata banjir tetap saja terjadi dari kapasitas kecil, sedang maupun besar. Sampai kapan?

Inilah pertanyaan pasrah, putus asa dan penuh rasa kekecewaan dari warga kepada pemerintah yang mereka nilai tidak pernah serius untuk mampu mengatasinya. Sejatinya bila mau jujur melihat letak geografi wilayah Jakarta yang sebagaian wilayahnya berada dibawah permukaan air laut, maka sebenarnya sampai kapanpun Jakarta pasti akan selalu mengalami banjir.

Seandainya dalam pertempuran, banjir itu diumpamakan musuh raksasa yang demikian besar dan kuat, maka bila hanya dilawan oleh beberapa orang dengan senjata pedang, keris apa lagi bambu runcing pasti tidak akan mampu mengalahkannya. Untuk dapat mengalahkannya harus mengerahkan seluruh potensi kekuatan yang ada serta menggunakan taktik dan strategi yang tepat.

Oleh karena itu, Pemerintah Pusat dan Daerah harus kerja sama satu nafas dengan membuat terobosan yang berani dan drastis. Tidak perlu banyak wacana, apa yang sudah direncanakan seperti pembangunan waduk pengendali di Bogor, pelebaran sungai dengan memindahkan warga yang tinggal di bantaran, memperlebar dan membuat drainase-drainase yang memenuhi syarat pada lokasi yang sering terjadi genangan. Mengeruk waduk/kali yang sudah ada dan membuat rumah-rumah pompa, segera dilaksanakan dengan mengerahkan segala kekuatan dan kemampuan.

Kendala klasik seperti tuntutan ganti rugi lahan yang selama ini menjadi hambatan, apalah artinya bila sedikit menyimpang ketentuan memenuhi atau mendekati nilai tuntutan, tetapi telah melibatkan kesepakatan dan persetujuan dengan fungsi-fungsi instansi terkait. Karena semua itu demi kepentingan nasional yang lebih besar yaitu keamanan ibu kota Negara.

Keberhasilan suatu pekerjaan besar dan strategis pasti memerlukan dukungan kemauan dan kemampuan yang besar juga, tidak mungkin dilaksanakan secara ecek-ecek hanya dengan kekuatan standar atau biasa-biasa saja. Melainkan harus melalui perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan yang ekstra ketat, professional dan proporsional.

Sekaranglah waktu paling tepat membuat terobosan yang berani dan drastis, mumpung pucuk pimpinan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah adalah orang yang sangat memahami permasalahan kota Jakarta, sehingga pada akhir tahun pemerintahan sekarang musuh atau banjir dapat dihalau atau paling tidak dapat dikurangi tinggal sekecil mungkin. Secara bersamaan pula Pemerintah Daerah harus mampu mengikis habis budaya masyarakat yang telah berurat dan berakar bertahun-tahun, yaitu : buang sampah sembarangan!

Harso SE,
Jalan Otista lll Blok H-150 Jaktim

Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved