Kamis, 4 Juni 2026

Kisi-kisi Soal Ujian SD Hampir Sama dengan Tahun Lalu

Hingga kini dinas pendidikan belum bisa merancang soal untuk jenjang sekolah dasar.

Tayang:
Editor: Lucky Oktaviano

WARTA KOTA, JAKARTA - Belum turunnya pos (juknis) ujian nasional dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membuat dinas pendidikan belum bisa merancang soal untuk jenjang sekolah dasar.

Meski ujian untuk SD diberi nama Ujian Nasional Sekolah/Madrasah Berstandar Daerah (US/MBD), namun, kisi-kisi soal untuk ujian tersebut berasal dari Kemendikbud. Belum adanya juknis, berdampak pada dinas pendidikan belum dapat membuat soal.

Padahal, Soal US/MBD, dirancang 75 persen oleh pemerintah provinsi yang melibatkan tim guru, kepala sekolah, perguruan tinggi negeri, dan juga pusat penilaian pendidikan (puspendik). Sementara, 25 persen sisanya berasal dari Kemendikbud yang sudah berupa soal.

Joko Sugiarto, Kepala Seksi Kurikulum TK/SD/ dan PLB Dinas Pendidikan DKI Jakarta mengungkapkan, hingga kini belum ada kisi-kisi soal dari kementerian. Padahal, ujian tingkat SD akan dilaksanakan setidaknya tanggal 18-20 Mei 2015.

"Kami belum mendapatkan pos UN dari Kementerian, akibatnya sekarang belum bisa memastikan. Namun, kami menduga, kisi-kisi soal masih sama dengan tahun lalu," kata Joko ditemui beberapa waktu lalu.

Ia menyebutkan, pada tahun lalu, US/MBD digunakan untuk menentukan kelulusan. Penetapan kelulusan siswa pun dilakukan mutlak oleh sekolah.

Tahun ini, sebagaimana diketahui, US/MBD bukan lagi sebagai penentu kelulusan. Karenanya, kelulusan akan dilihat 70 persen dari nilai rapor dan 30 persen dari ujian sekolah.

"Standar kelulusan ditentukan oleh masing-masing sekolah. Tapi, disdik tetap mengontrol. Kami meminta, sekolah-sekolah untuk menaikan standar angka kelulusannya. Misalnya, matematika tadinya 5, jadi 5,5, bahasa 6 jadi 7, dan lain-lain," tuturnya.

Joko menyebut, meskipun kisi-kisi dan juknis US/MBD belum ada, namun sekolah tetap menyelenggarakan try out. Acuannya, kata Joko, adalah bahan tahun lalu.

"Karena seharusnya sudah ada dari pemerintah, kemungkinannya seperti apa yang akan keluar, jadi pakai yang tahun lalu," tuturnya.

Sementara, daftar nominasi sementara (DNS) peserta ujian SD per 28 Januari 2015 adalah sebanyak 140.593 siswa. Jumlah tersebut, kata Joko, terdiri dari 108.110 siswa SD negeri, 32.483 siswa SD swasta, 12.450 siswa MI (1.741 negeri dan 10.708 swasta), dan 70 siswa sekolah dasar luar biasa baik negeri dan swasta.

Ashadi, Kepala SDN Cikini 02 Menteng, Jakarta Pusat, mengatakan hingga saat ini dirinya belum menentukan standar kelulusan siswa siswinya yang sebentar lagi melaksanakan US/MBD.

"Belum menentukan (standar kelulusan) karena wajib rapat dengan orangtua. Kami juga belum melihat kisi-kisi soal US/MBD, kami juga sudah cari di internet, belum mucul," katanya ketika dihubungi Warta Kota.

Ia menyebutkan, jika soal memang berdasarkan kisi-kisi tahun lalu, maka dalam bayangannya, penentuan kelulusan sudah ada. Hanya saja, pihaknya belum menentukannya.

"Standarnya nanti menyesuaikan kisi-kisi, per mata pelajaran kan beda ya. Misalnya untuk mata pelajaran IPA ditetapkan 6, Bahasa Indonesia 7, matematika 5,5," katanya.

Meski belum mendapatkan kisi-kisi, Ashadi tetap memfokuskan siswa siswinya mengikuti try out dan pendalaman materi agar hasil US/MBD siswanya bisa maksimal. Try out, akan digelar selama enam kali dimulai 26 Februari mendatang.

Ditanya target lulusan, pria yang pernah bertugas di SDN Kebon Sirih 04 itu mengatakan, yakin muridnya bisa lulus 100 persen. (Agustin Setyo Wardani)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved