Breaking News:

Jaya Suprana: Ingat Imlek Ingat Gus Dur

tanpa Gus Dur nggak mungkin ada pesta semacam ini

Penulis: | Editor:
Jaya Suprana: Ingat Imlek Ingat Gus Dur
Tribunnews.com
Gus Dur

WARTA KOTA, BEKASI - Pendiri Museum Rekor Dunia Indonesia, Jaya Suprana meneteskan air mata saat menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebelum serah terima penghargaan Rekor Muri origami bunga teratai oleh siswa Sekolah Ananda di Grand Metropolitan Mal, Kota Bekasi, Minggu (15/2).

Sosok lelaki bertubuh tambun dan berkacamata minus itu tampak mengusap kedua matanya saat menyanyikan Indonesia Raya bersama puluhan siswa-siswi Sekolah Ananda.

"Kita jangan lupa bahwa Imlek ini kan dulu kan dilarang. Ini adalah perjuangan Gus Dur, Bekasi, Warta Kota
Pendiri Museum Rekor Dunia Indonesia, Jaya Suprana meneteskan air mata saat menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebelum serah terima penghargaan Rekor Muri origami bunga teratai oleh siswa Sekolah Ananda di Grand Metropolitan Mal, Kota Bekasi, Minggu (15/2).

Sosok lelaki bertubuh tambun dan berkacamata minus itu tampak mengusap kedua matanya saat menyanyikan Indonesia Raya bersama puluhan siswa-siswi Sekolah Ananda.

"Kita jangan lupa bahwa Imlek ini kan dulu kan dilarang. Ini adalah perjuangan Gus Dur, tanpa Gus Dur nggak mungkin ada pesta semacam ini," tuturnya usai rangkaian serah terima penghargaan.

Jaya Suprana menambahkan, satu hal yang perlu diperhatikan juga adalah bahwa perayaan Tahun Baru Imlek, waktunya bertepatan dengan musim penghujan.

"Musim hujan itu biasanya kan banjir. Seyogyanya jangan lupa pada mereka yang jadi korban banjir. Saya harap semua warga keturunan tetap memberikan sumbangan kepada para korban banjir. Perayaan di mal begini tidak apa-apa, asal jangan lupa menyumbang korban banjir," pungkasnya.

Ketua Yayasan Pancaran Tridharma, pengelola Sekolah Ananda, Ronny Hermawan mengatakan bahwa setiap tahun pengurus yayasan itu mengajak masyarakat Tionghoa Kota Bekasi untuk mengenang jasa Gus Dur.

"Inpres 14 Tahun 1967 yang nyabut Gus Dur. Sebelum itu kan nggak ada Indonesia ini begitu warna-warni. Tagline-nya kan Bhinneka Tunggal Ika. Hal yang lebih penting saat ini bagaimana perbedaan itu saling menguatkan," ujarnya.," tuturnya usai rangkaian serah terima penghargaan.

Jaya Suprana menambahkan, satu hal yang perlu diperhatikan juga adalah bahwa perayaan Tahun Baru Imlek, waktunya bertepatan dengan musim penghujan.

"Musim hujan itu biasanya kan banjir. Seyogyanya jangan lupa pada mereka yang jadi korban banjir. Saya harap semua warga keturunan tetap memberikan sumbangan kepada para korban banjir. Perayaan di mal begini tidak apa-apa, asal jangan lupa menyumbang korban banjir," pungkasnya.

Ketua Yayasan Pancaran Tridharma, pengelola Sekolah Ananda, Ronny Hermawan mengatakan bahwa setiap tahun pengurus yayasan itu mengajak masyarakat Tionghoa Kota Bekasi untuk mengenang jasa Gus Dur.

"Inpres 14 Tahun 1967 yang nyabut Gus Dur. Sebelum itu kan nggak ada Indonesia ini begitu warna-warni. Tagline-nya kan Bhinneka Tunggal Ika. Hal yang lebih penting saat ini bagaimana perbedaan itu saling menguatkan," ujarnya.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved