Senin, 13 April 2026

DPRD: Persikad Lebih Dikenal Jadi Ikon Kota Depok Dibanding Belimbing

Anggota dewan menyesalkan dijualnya Persikad Depok ke Purwakarta.

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Lucky Oktaviano

WARTA KOTA, DEPOK - Tidak adanya upaya Pemkot Depok yang mengakibatkan dijualnya klub sepakbola kebanggaan warga Depok yakni Persatuan Sepakbola Indonesia Kota Depok (Persikad) ke Purwakarta sangat disayangkan oleh Ketua Fraksi Golkar DPRD Depok Babai Suhaimi.

Babai mengatakan jika mau jujur, Persikad Depok jauh lebih dikenal warga sebagai ikon Kota Depok dibandingkan Belimbing yang dicanangkan Wali Kota Depok sebagai ikon Kota Depok.

"Kalau mau jujur, Persikad lebih melekat di hati masyarakat dan lebih identik dengan Depok dibandingkan belimbing yang disebut-sebut sebagai ikon Depok," kata Babai, kepada Warta Kota, Minggu (15/2/2015).

Karenanya, kata Babai, Persikad merupakan asset Depok yang bisa memperkenalkan Depok ke seluruh Indonesia.

Untuk itu menurut Babai dijualnya Persikad Depok ke Purwakarta sedikit banyak karena kesalahan Pemkot Depok. Selain itu, kata dia, Pemkot Depok dianggap tidak kreatif dalam mencari dan memberi dukungan financial kepada Persikad.

"Banyak cara yang bisa dilakukan Pemkot Depok tanpa harus menggunakan APBD untuk mendanai Persikad, karena penggunaan APBD untuk Persikad memang dilarang" kata Babai.

Misalnya, ujar Babai, yakni dengan meminta dan menggugah pihak swasta atau pelaku usaha di Kota Depok untuk menyelamatkan Persikad dan bersama-sama memikirkan pendanaannya.

"Kalau Pemkot yang meminta ke pelaku usaha dan pihak swasta di Depok, saya yakin mereka pasti mau berpartisipasi. Apalagi jika ada perjanjian bisnis to bisnis antara Persikad dengan pelaku usaha, misalnya dengan iklan produk di kostum atau lainnya. Tetapi ini kan tidak. Pemkot Depok tidak melakukan upaya apa-apa. Ini tandanya mereka tak peduli olahraga dan tak peka kepada apa yang menjadi kebanggaan masyarakat Depok," kata Babai.

Menurut Babai hal inilah yang dilakukan Purwakarta sehingga berhasil membeli Persikad Depok.

Babai mengatakan dijualnya Persikad menandakan ketidakpedulian Pemkot Depok atas dunia olahraga di Depok. Selain itu Pemkot Depok dianggap tidak peka atas apa yang menjadi kebanggaan masyarakat Depok.

"Persikad sudah sangat luar biasa, dan telah mampu menembus Divisi Utama. Ini merupakan kebanggaan masyarakat Depok. Namun ternyata Pemkot tak peduli dan Persikad harus berpindah ke Purwakarta. Banyak masyarakat termasuk saya menyesalkan ini," kata Babai.

Seperti diketahui, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi memastikan bahwa Persikad Depok sudah pindah dan menjadi milik masyarakat Purwakarta. Persikad dibeli oleh sejumlah PNS Purwakarta yang patungan ditambah dana dari pihak swasta di Purwakarta.

"Basecamp Persikad kini ada di Purwakarta. Kami memfasilitasi lapangan dan hal yang dibutuhkan," kata Dedi bangga.

Sementara Wakil Walikota Depok, Idris Abdul Shomad, beberapa waktu lalu, mengaku miris dengan dijualnya Persikad ke Purwakarta. Namun ia mengaku tak bisa berbuat apa-apa, karena Persikad bukan lembaga struktural dibawah Pemkot Depok.

"Tentu saja miris. Tapi kita gak bisa berbuat apa-apa. Sebab Persikad adalah lembaga profesional dan tak boleh menggunakan dana APBD dalam operasionalnya," kata Idris.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved