Selasa, 14 April 2026

Pemuda yang Naik Tower Sutet Akhirnya Mau Dibujuk Turun

M Taufik (18), remaja yang naik ke tower Sutet di kawasan Cilincing dan berniat bunuh diri, akhirnya mau dibujuk untuk turun.

Editor: Lucky Oktaviano

WARTA KOTA, JAKARTA - M Taufik (18), warga Gang Barokah, RT RT 01/04, Kelurahan Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara, yang nekat memanjat tower Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (Sutet), akhirnya turun.

Taufik mau turun berkat bujukan Ilham (19), teman dekat pria yang diketahui mantan santri di pesantren kawasan Jawa Barat itu.

Pantauan wartakotalive.com, dua petugas dari Suku Dinas (Sudin) Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (PKPB) Kota Administrasi Jakarta Utara mencoba naik Sutet tersebut.

Keduanya bermaksud membujuk Taufik agar turun. Pria pengangguran ini pun tetap tak mau turun dari Sutet di Kawasan Cilincing, Jakarta Utara, yang lokasinya tak jauh dari kediamannya.

Nampak dua petugas cukup lama membujuk Taufik. Dua petugas damkar tersebut juga dibantu oleh seorang pemuda bernama Ilham, yang diketahui teman dekat Taufik.

Ilham pun diketahui juga mencoba membujuk Taufik untuk turun. Beberapa lama kemudian, sekitar pukul 13.00, Taufik berhasil dibujuk untuk turun dari Sutet bertegangan tinggi itu.

"Horeeee..horeee... Turuun.. Turuun..turuun..," teriak warga di lokasi Taufik ingin bunuh diri.

Taufik, Ilham, beserta dua petugas Damkar pun turun secara perlahan. Taufik saat itu dipegangi dua petugas Damkar agar tak terpeleset dari pijakan kakinya saat turun.

Saat tiba di daratan, tampak Taufik tak kuat untuk berdiri. Tubuhnya lemas. Ratusan warga pun mencoba mengerumuninya.

Akhirnya, Taufik digotong oleh salah seorang aggota kepolisian ke kediamannya di Gang Barokah. Sorak sorai kegembiraan warga tampak saat Taufik digendong oleh anggota polisi.

Taufik sempat menunjukkan senyum tipis di bibirnya. Warga pun menyorakinya terus menerus.

Di sebuah gang kecil, tak henti ratusan warga pun bertepuk tangan terus menerus. "Horeee...horeee," suasana makin riuh.

Salah seorang warga, Karso (40), mengetahui peristiwa ini dari orangtua Taufik yang merupakan tetangganya.

Diketahui, kediaman Karso hanya berjarak dua rumah dari kediaman Taufik. Ia mengatakan, kedua orangtua Taufik, yakni Siti Mariam (48) dan Husein (50) sempat panik dan pingsan.

"Ibunya yang pingsan. Warga coba menyabarkan kedua orangtua Taufik. Mereka cuma bisa pasrah," ucapnya.

Warga lainnya, Jamiat (52) yang juga sekaligus sebagai saksi mata mengatakan, saat itu ia tengah membersihkan rumahnya yang terendam banjir dan sempat melihat korban mulai memanjat menara.

"Saya kira anak itu mau bermain manjat Sutet. Taunya malah ngancam mau lompat dari atas," katanya. (Panji Baskhara Ramadhan)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved