Persija Jakarta

Alasan Ferry Paulus Lepas Saham Persija Jakarta

Langkah tersebut merupakan terobosan baru dalam sejarah kompetisi Liga Super Indonesia yang bergulir sejak 2008.

Alasan Ferry Paulus Lepas Saham Persija Jakarta
Feri Setiawan
Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefulloh (tengah) memberikan keterangan kepada wartawan usai pertemuan dengan manajemen Persija Jakarta di Balai Kota, Gambir-Jakarta Pusat, Rabu (11/2). 

WARTA KOTA, GAMBIR - Manajemen Persija Jakarta resmi melepas 20 persen saham kepemilikannya kepada Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota atau DKI Jakarta. Langkah tersebut merupakan terobosan baru dalam sejarah kompetisi Liga Super Indonesia yang bergulir sejak 2008.

Klub berjuluk Macan Kemayoran itu kini menjadi satu-satunya klub berlabel profesional yang sebagian sahamnya dimiliki oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI. Kebijakan itu terjadi setelah Presiden Persija, Ferry Paulus beserta jajarannya menemui Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau kerap disapa Ahok yang didampingi Sekretaris Daerah DKI Saefulloh serta perwakilan PT Jakarta Propertindo (anak usaha BUMD DKI), Rabu (11/1).

Nantinya, PT Jakarta Propertindo bakal menjadi operator klub. Menurut Saefulloh, pada tahap pertama DKI resmi membeli saham 20 persen PT Persija Jaya Jakarta yang selama ini mengelola Persija. Sedangkan 20 persen lainnya dimiliki klub anggota internal Persija dan sisanya sebesar 60 persen masih dikuasai manajemen lama pimpinan Ferry.

"Setelah proses audit selesai, tidak menutup kemungkinan kita akan beli 40 persen lagi untuk menguasai saham mayoritas klub," kata Saefulloh yang ditemui di Balai Kota, Jakarta Pusat.

Selain kerja sama di sektor finansial, lanjut Saefulloh, DKI bakal mendukung sarana latihan dan pembinaan kesebelasan tim Ibu Kota. Sarana olahraga sepak bola di Lapangan Banteng ataupun Pulomas, kemungkinan menjadi alternatif lokasi pemusatan latihan dan asrama pemain.

Sementara itu, Ferry menyambut baik langkah konkret tersebut. Ia mengatakan, "Yang pasti hadirnya pemda (Pemerintah Daerah) akan membuat portfolio kita membesar. Artinya jika selama ini aset Persija hanya 1 atau 2 miliar, nantinya akan lebih tinggi lagi." (jun)

Penulis: z--
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved