Breaking News:

Pelaku Penganiaya Ibu Kandung Masih Jalani Tes Kejiwaan

Dony pelaku penganiayaan ibunya tengah menjalani tes kejiwaan guna mengetahui tingkat depresi yang dialaminya.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Dian Anditya Mutiara
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Johanes Saptono alias Dony (45) sedang menjalani pemeriksaan di Mapolsek Pondokgede, Kota Bekasi. Dony ditangkap usai menganiaya ibunya, Elizabeth Jupri (79) di rumah Komplek Rafles Bank of Tokyo Blok A 16 RT 03/14, Jatimakmur, Pondok Gede, Bekasi. 

WARTA KOTA, BEKASI - Johanes Saptono alias Dony (45), penganiaya ibu kandungnya, Elizabeth Jupri (79) masih menjalani serangkaian tes kejiwaan di Rumah Sakit Polri, Kramatjati, Jakartra Timur. Hingga Selasa (10/2), Dony masih menginap di rumah sakit tersebut.

Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Pondok Gede, AKP Untung Riswaji mengatakan, Dony telah diantar ke RS Polri pada Jumat (6/2) lalu. Dijadwalkan, proses tes kejiwaan itu akan rampung selama 14 hari kemudian atau Jumat (20/2) mendatang.

Menurut Untung, Dony harus menjalani serangkaian tes kejiwaan guna mengetahui tingkat depresi yang dialaminya. Adapun serangkaian tes itu berupa penjabaran keterangan pelaku, mengisi soal dari tim dokter dan sebagainya.

"Memang biasanya hanya sehari saja mengikuti tes kejiwaan, tapi tim dokter ingin mengetahui lebih dalam tingkat depresi Dony. Makanya, Dony diinapkan di rumah sakit untuk diobservasi," kata Untung pada Selasa (10/2/2015).

Selain memeriksa pelaku, kata Untung, polisi juga telah memeriksa kakak kandungnya bernama Tinah (55). Kepada penyidik, Tinah mengaku adiknya itu memang kerap melamun di teras rumah. Sang ibu, diakui Tinah, memang selalu mengingatkan Dony agar tidak sering melamun sebab terlihat seperti orang sakit jiwa.

Meski demikian, polisi belum memeriksa Elizabeth, sebab kondisinya belum stabil. "Secara keseluruhan kondisinya mulai membaik, korban sudah tersadar dan sudah dipindahkan ke ruang perawatan di RS Carolus empat hari setelah kejadian," kata Untung.

Sementara itu, Kasubag Humas Polresta Bekasi Kota, AKP Siswo mengatakan, di antara delapan anggota keluarganya pelaku memang yang paling malas. Oleh sebab itu, ibunya sering menasehati Dony, namun pelaku membalasnya dengan memukul sang ibu.

"Kakak dan adik-adiknya terbilang cukup sukses. Ada yang tinggal di Belanda, ada juga yang tinggal di Indonesia," ujar Siswo.

Seperti diberitakan, Dony nekat menganiaya Elizabeth hingga mengalami luka parah di bagian kepala, leher dan telinga kanan. Akibatnya, Elizabeth harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit St. Carolus, Salemba, Jakarta Pusat.

Pemicu dari penganiayaan ini, karena pelaku merasa sakit hati saat dinasehati oleh ibunya. Pelaku yang naik pitam setelah dibilang gila karena sering melamun, langsung menganiaya Elizabeth menggunakan sebatang kayu alas tempat tidur

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved