PKL di Kelurahan Tambora Dikenalkan Autodebet

Program autodebet dilakukan Kelurahan Tambora agar pengeluaran dana dari PKL setiap bulan jelas arahnya.

PKL di Kelurahan Tambora Dikenalkan Autodebet
Andika Panduwinata
Launching autodebet PKL di Kelurahan Tambora.

WARTA KOTA, TAMBORA - Kelurahan Tambora, Jakarta Barat pada Jumat (6/2) melakukan launching autodebet untuk para pedagang kaki lima (PKL).

Para PKL yang terbiasa berjualan di sepanjang Jalan Perniagaan, Tambora, Jakarta Barat ini pada hari ini membuat tabungan untuk melakukan transaksi pembayaran agar mereka dapat beroperasi di kawasan tersebut.

Terdapat 28 PKL yang menjadi perwakilan untuk menghadiri peluncuran program autodebet ini. "Kita melakukan program autodebet ini agar para PKL di kawasan Kelurahan Tambora bisa tertib. Karena di sini memang sentra ekonomi. Pedagang pun antusias dalam peresmian autodebet ini," ujar Lurah Tambora, Dwi Kurniasih kepada Warta Kota pada Jumat (6/2) sore saat launching autodebet untuk para PKL di Jalan Perniagaan, GG. Lamceng Pos RW 09, Kelurahan Tambora, Jakarta Barat.

Program autodebet dilakukan Kelurahan Tambora agar pengeluaran dana dari PKL setiap bulan jelas arahnya. Sebelumnya para pedagang ini diminta uang oleh oknum - oknum yang tidak bertanggung jawab.

"Sekarang pokoknya aman, enggak ada jatah preman yang palak mereka. Daripada dikelola oknum yang tidak bertanggung jawab, lebih baik diurus Pemerintah DKI Jakarta" ucap Ibu Lurah itu.

Bank DKI menjadi mitra dalam program Autodebet ini. Wakil Pimpinan Bank DKI, Jakarta Barat, Tati Dwi Indarti menyatakan pengeluaran PKL untuk autodebet ini nantinya akan mempermudah para PKL dalam melakukan transaksi pembayaran.

"Tiap pedagang membuat buku tabungan dengan iuran pertama Rp 200 ribu dan Rp 12 ribu untuk materai. Nantinya tiap bulannya dikenakan autodebet untuk para PKL ini senilai Rp. 90 ribu," tutur Tati.

Tati menjelaskan sekitar satu minggu tabungan sudah jadi. Dan pihak DKI pun akan segera membagikan tabungan tersebut kepada para PKL yang turut serta dalam program autodebet ini.

"Sekitar satu minggu buku tabungan sudah jadi, dari bulan ini program autodebet sudah mulai berjalan," katanya.

Dari 28 yang hadir ternyata hanya 18 PKL yang membuat autodebet ini. Mereka terkendala dengan biaya dan kepemilikan kartu identitas penduduk.

Halaman
12
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved