Liga Indonesia

Agus Yuwono Klaim di Persik Tak Ada Intrik

Bagi Agus, percuma jika bergabung dengan klub sehat secara finansial, tetapi ruang geraknya sebagai pelatih dibatasi

Agus Yuwono Klaim di Persik Tak Ada Intrik
persijap.or.id
Agus Yuwono. 

WARTA KOTA, PALMERAH - Kondisi keuangan manajemen Persik Kediri yang belum sehat tidak membuat pelatih Agus Yuwono meninggalkan tim berjuluk Macan Putih itu.

Keadaan keuangan Persik yang memprihatinkan itu juga membuatnya tergusur dari kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) musim depan dan beralih ke kompetisi Divisi Utama (DU).

Namun Persik pun terancam tidak bisa berpartisipasi di DU, karena belum mendapatkan sponsor. Meski demikian, Agus tetap setia menangani Persik dengan menyeleksi pemain dan membentuk kerangka tim.

Menurut mantan pelatih Persidafon Dafonsoro, Gresik United, dan Arema U-21 tersebut dirinya tetap setia di Persik, karena merasa nyaman. Padahal sampai sekarang dia belum juga dikontrak.

"Saya masih bertahan karena di sini mengutamakan kebersamaan. Setiap masalah selalu dibicarakan bersama. Semua serba terbuka dan tidak ada intrik seperti yang terjadi di klub yang saya tangani sebelumnya," kata Agus kepada Super Ball, Sabtu (7/2).

Bagi Agus, percuma jika bergabung dengan klub sehat secara finansial, tetapi ruang geraknya sebagai pelatih dibatasi oleh manajemen. "Seperti sebelumnya, saya menjadi pelatih dari tim papan atas, tetapi saya tidak bebas dalam membentuk kerangka tim. Manajemen ikut campur dalam memilih pemain. Bahkan saya harus memimpin tim saat bertanding bukan di kursi pelatih, tetapi di kursi penonton. Kondisi seperti itu membuat saya tidak nyaman," jelas Agus.

Bagi Agus, profesinya sebagai pelatih terkadang tidak melulu berorientasi terhadap uang. Soal kenyamanan dan kebersamaan di dalam tim juga menjadi hal penting.

"Suasana nyaman dalam bekerja menjadi hal yang tidak ternilai dengan uang. Meski kondisi seperti ini, tetapi manajemen memberikan kepercayaan penuh dan keleluasaan terhadap saya dalam melatih. Itu yang saya cari dan tidak gampang diperoleh jika saya melatih di tim lain. Jadi bisa dibilang melatih di Persik seperti semi idealis," tutur Agus.

Agus menambahkan, dirinya memang membutuhkan uang dari hasil kerjanya sebagai pelatih, namun akan terasa nikmat jika didapat dari hasil kerja yang nyaman dan fokus bekerja.

"Sejak awal saya sudah tahu kondisi Persik, tetapi manajemen mau berkomitmen menjaga komunikasi dan akan membicarakan semua masalah bersama-sama," ujar Agus.

Agus juga melihat manajemen sedang bekerja keras untuk mendapatkan sponsor guna mendapatkan dana. Sehingga menilai berusaha menyelamatkan klub dari kebangkrutan atau gagal ikut serta di kompetisi. DU.

Saat ini manajemen sedang menunggu pencairan dana dari keputusan rapat umum pemegang saham (RUPS) PT Liga Indonesia sebesar Rp2 miliar.

Uang itu akan digunakan untuk melunasi utang pemain yang nilainya sekitar Rp 3 miliar.

Setelah mendapatkan dana itu, secepatnya akan dibayarkan pada pemain yang masih masih mempunyai kekurangan gaji dari manajemen. Untuk kekurangannya, nantinya akan dibayarkan secara bertahap.(Get)

Penulis: Sigit Nugroho
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved