PKL Rawabelong Tetap Nekat Berjualan di Lokasi yang Sama

Meski sudah ditertibkan PKL di kawasan Rawabelong masih saja nekat berjualan di kawasan itu.

PKL Rawabelong Tetap Nekat Berjualan di Lokasi yang Sama
Andika Panduwinata
PKL di kawasan Rawabelong, Palmerah kembali marak. Foto diambil Jumat (6/2/2015) 

WARTA KOTA, PALMERAH - Belum lama ini Satpol PP, Kelurahan Palmerah, Jakarta Barat menertibkan para pedagang kaki lima (PKL) di sekitaran Jalan Rawa Belong, Palmerah, Jakarta Barat. Namun para pedagang tersebut masih nekat untuk menjajakan dagangannya di kawasan tersebut.

Pantauan Wartakotalive.com di sepanjang Jalan Rawa Belong marak PKL yang berjualan sedari sore hingga malam hari. Tak tanggung-tanggung para pedagang tersebut memakai trotoar dan badan jalan sehingga membuat arus lalu lintas di Jalan Rawa Belong menjadi tersendat.

Aneka ragam dagangan seperi bunga, pakaian, topi, aksesoris, mainan anak, kuliner dan lain - lainnya berjejer di bilangan Rawa Belong itu. Para PKL ini pun cuek saja memakai fasilitas umum yakni trotoar dan badan jalan untuk berdagang.

"Saya berjualan dari sore mas, sekitar pukul 17.00 sampai 24.00. Kalau pagi enggak berani, pasti dimarahi Satpol PP. Walaupun kemarin memang ada penertiban PKL, tapi kan jualannya dari sore enggak dari pagi," ujar Ahmad (30) penjual pakaian di Rawa Belong kepada Wartakotalivr.com pada Kamis (5/2/2015) malam.

Ahmad menyatakan dirinya dan para PKL lainnya tidak khawatir untuk tetap berjualan di kawasan yang sudah ditertibkan itu. Menurut pria kelahiran 1984 ini mengaku sudah dibekingi oleh RT (rukun tetangga) setempat.

"Saya juga kan bayar jualan di sini. Sudah dapat izin dari RT setempat kok, ada keamanannya juga," ucap Ahmad.

Namun sayangnya Ahmad tidak memberitahu membayar iuran kepada siapa agar bisa tetap berjualan di Rawa Belong itu. Ia pun bungkam saat ditanya berapa nilai iuran yang harus dibayarkannya.

Dila (38) penjual topi di Rawa Belong pun senada dengan Ahmad. Perempuan asal Sumatra Barat ini nekat menggelar lapaknya di trotoar jalan. "Habisnya mau jualan dimana lagi mas? Kita kan orang kecil, mau dikemanakan? Saya tetap saja jualan di sini. Tapi jualannya dari sore," tutur Dila. (Andika Panduwinata)

Editor: Dian Anditya Mutiara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved