Kalah Saingan Kampung Cinta Cimacan Redup
Menjamurnya perempuan penghibur muda di beberapa tempat di Kabupaten Subang, ternyata membuat pudar bisnis dunia hiburan malam
Penulis: Feryanto Hadi |
Subang, Warta Kota -- Menjamurnya perempuan penghibur muda di beberapa tempat di Kabupaten Subang, ternyata membuat pudar bisnis dunia hiburan malam di beberapa lokalisasi lain. Seperti di 'kampung cinta' Cimacan, Desa Balingbing, Kecamatan Pagaden Barat yang kondang sejak tahun 1990-an, kini meredup.
Hanya tersisa tiga rumah bordil yang beroperasi dengan perempuan penghibur tidak sampai 10 orang. Puluhan rumah bordil lainnya, telah tutup akibat kian sepinya pengunjung.
Beberapa warga Subang yang dimintai pendapatnya bahkan ‘tidak merekomendasikan’ lokalisasi Cimacan kepada para calon pengunjung. Mereka umumnya lebih menyarankan agar mencari perempuan pengibur di Pagaden, Cipunagara, Pamanukan atau seputaran ibu kota Subang yang menyediakan perempuan-perempuan muda berparas menawan.
Penelusuran Warta Kota di lokalisasi Cimacan belum lama ini, 'kampung cinta' tersebut tidak ubahnya sebuah perkampungan biasa. Masyarakatnya beraktifitas secara normal. Rumah-rumah bordil yang berada di salah satu gang di kampung itu juga sepintas tampak sepi. Hanya saja, jika ada mobil atau sepeda motor yang berhenti, beberapa perempuan keluar dari rumah dan memintanya untuk mampir.
Salah satu perempuan penghibur di Cimacan, Neneng (47), mengaku sejak beberapa tahun terakhir jumlah pengunjung berkurang drastis. Penyebabnya, katanya, selain tempat itu beberapa kali dirazia petugas Satuan Pamong Praja maupun Organisasi Masyarakat (Ormas), perempuan penghibur di situ sudah tak menarik lagi.
Neneng berkisah, pada awal kedatangannya ke Cimacan sekitar 2001, di tempat begitu ramai pengunjung. Kanan dan kiri jalan seolah tak ada ruang untuk rumah-rumah lainnya.
Rumah bordil milik Ny Dahlia (70) (bukan nama sebenarnya) salah satu yang masih bertahan hingga kini. Kata Dahlia, sejak pengunjung sepi, ia tidak bisa menggantungkan penghasilan dari usaha ini. (fha)