Otomotif

Investasi Otomotif di Indonesia Terus Meningkat

Kegiatan investasi di sektor industri otomotif dan komponen serta suku cadang terus mengalami peningkatan.

Investasi Otomotif di Indonesia Terus Meningkat
istimewa
Ilustrasi : Menteri Perindustrian Saleh Husin memperhatikan berbagai produk kakao olahan disaksikan Dirjen Industri Agro Kemenperin Panggah Susanto, CEO Cargill In Corporated Mr. David Maclennan, dan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia H.E. Mr. Robert Blake ketika meninjau pabrik baru PT. Cargill Indonesia di Gresik, Jawa Timur. 

WARTA KOTA, PALMERAH - Kegiatan investasi di sektor industri otomotif dan komponen serta suku cadang terus mengalami peningkatan. Hal tersebut mengindikasikan bahwa iklim usaha industri otomotif di Indonesia sudah
semakin baik dan mampu bersaing dengan negara produsen kendaraan bermotor lainnya di ASEAN.         

Hal tersebut disampaikan Menteri Perindustrian Saleh Husin dalam sambutannya pada acara Peresmian Pabrik PT Furukawa Indomobil Battery Manufacturing di Purwakarta, Kamis (5/2/2015) .

Dikatakan,  nilai investasi PMDN sektor industri nonmigas pada sepanjang tahun 2014 mencapai Rp 59,03 triliun atau meningkat sebesar 15,37 persen dibandingkan tahun 2013.  Sedangkan nilai investasi PMA sektor industri nonmigas mencapai USD 13,02 milyar atau turun  sebesar 17,9 persen.

Di tengah situasi itu, pemerintah juga memberikan apresiasi kepada PT Indomobil Sukses Internasional Tbk yang terus mengajak mitra usahanya di luar negeri untuk berinvestasi di Indonesia dan menjadikan Indonesia sebagai salah satu basis produk otomotif di ASEAN bahkan di dunia, kata Saleh Husin.              

Menurut Menperin, pembangunan pabrik PT Furukawa Indomobil Battery Manufacturing yang akan memproduksi aki untuk mobil maupun motor ini telah mengeluarkan investasi pada tahap awal sebesar Rp 216 Miliar.

Kami nilai investasi tersebut sangat berarti bagi perekonomian Indonesia. Tidak saja karena pabrik ini akan menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang cukup signifikan, tetapi juga karena pabrik ini akan melibatkan sumber daya lokal termasuk suplier bahan baku dan komponen lokal sehingga sekaligus akan memperkuat struktur
industri otomotif nasional,” kata Menperin.

Di samping itu, pembangunan pabrik ini diharapkan akan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor aki yang jumlahnya semakin meningkat dari tahun ke tahun seiring dengan semakin meningkatnya produksi maupun jumlah kendaraan bermotor roda empat maupun roda dua yang beroperasi di Indonesia.      

Oleh karena itu, katanya, pemerintah bertekad untuk senantiasa menjaga, meningkatkan dan menyempurnakan iklim usaha yang kondusif agar para investor terus mendapatkan kepastian berusaha yang lebih baik dalam menyusun pengembangan industrinya secara lebih terukur dan terencana di Indonesia.       

Hal tersebut telah tercermin dari berbagai kebijakan yang telah dilakukan guna meningkatkan iklim ivestasi dan iklim usaha secara keseluruhan seperti tax alowance, tax holiday, BMDTP, serta berbagai kebijakan lain guna menjaga momentum investasi dan meningkatkan daya saing industri.

Sejalan dengan semakin meningkatnya iklim usaha tersebut, industri kendaraan bermotor dalam negeri semakin berkembang dan terus mengalami pertumbuhan yang cukup baik. Produksi dan penjualan kendaraan bermotor
roda-4 pada tahun 2014 sebesar 1,2 juta unit, sedangkan pada bulan Januari 2015 penjualan mobil domestik menunjukan kenaikan 22 persen mencapai 96.149 unit dibanding pada Desember 2014 sebesar 78.802 unit.
Sementara itu, produksi dan penjualan kendaraan bermotor roda dua (sepeda motor) tahun 2014 mencapai 7,9 juta unit.       

Selanjutnya, tahun 2014, ekspor kendaraan utuh (CBU) mencapai 202.273 unit atau meningkat 18% dibanding ekspor CBU tahun 2013 sebesar 170.907 unit. Volume produksi dan penjualan ini akan terus meningkat sesuai dengan peningkatan ekonomi Indonesia.

Penulis: z--
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved