Dua Siswa Begal Motor Tidak Dikeluarkan dari Sekolah
Kepala sekolah SMK 2 Perintis Depok Uus Rustika menegaskan tidak akan mengeluarkan dua siswanya yang menjadi tersangka begal motor.
WARTA KOTA, DEPOK-Kepala sekolah SMK 2 Perintis Depok, Uus Rustika, menanggapi kasus begal motor yang melibatkan dua orang siswanya. Menurut dia, pihak sekolah menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada pihak yang berwajib.
"Kita akan menunggu sampai kasus hukumnya selesai. Saat ini kita serahkan pada yang berwajib," ujar Uus kepada Kompas.com, Kamis (5/2/2015).
Menurut Uus, pihak sekolah tidak akan mengeluarkan kedua siswa tersangka begal motor tersebut, walaupun statusnya berubah menjadi terpidana. "Mereka anak bangsa yang masih punya hak untuk belajar. Kami tidak akan begitu saja mengeluarkannya dari sekolah," tambah dia.
Uus menambahkan, tidak menutup kemungkinan kedua siswa tersebut berpindah tempat belajar, namun masih tercata sebagai siswa SMK 2 Perintis Depok. Meski begitu, pihak sekolah belum mengutus guru untuk mengajar kedua muridnya yang kini ditahan di Mapolsek Sukmajaya itu.
"Saat ini masih dalam proses penyidikan. Setelah proses selesai, kita akan koordinasi dengan pihak dinas pendidikan baiknya seperti apa," kata Uus.
Seperti diberitakan sebelumnya, pihak petugas dari Polsek Sukmajaya membekuk tiga pelajar yang melakukan aksi pembegalan motor si Grand City Depok pada minggu dini hari lalu. (Kompas.com)