Walhi: Lahan Aparteman Cinere Terrace Wilayah Serapan Air

Penolakan warga Depok serta warga Pondok Labu, Jakarta Selatan atas proyek Apartemen Cinere Terrace Suites, mendapat dukungan Walhi.

Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Spanduk dengan sistem lepas pasang dibentangkan warga tepat di depan CBM, atau disamping proyek Apartemen Cinere Terrace Suites yang ditolak warga, Minggu (1/2/2015) sore. Aksi ini dilakukan karena sebanyak 12 spanduk yang dipasang warga hilang, Sabtu malam. 

WARTA KOTA, DEPOK - Penolakan warga RW 04 dan RW 05, Kelurahan Pangkalan Jati, Cinere, Depok serta warga RW 06, Pondok Labu, Jakarta Selatan atas proyek Apartemen Cinere Terrace Suites (CTS), mendapat dukungan dan Wahana Lingkuhan Hidup (Walhi).

Deputi Direktur Bidang Eksternal Walhi DKI Jakarta, Zaenal Muttaqin, mengatakan lahan dimana 2 tower apartemen CTS akan didirikan merupakan wilayah serapan air yang merupakan jalur Kali Pesanggrahan.

Karenanya, kata Zaenal, rencana PT Megapolitan Developments selaku pengembang yang akan membangun 12 tower apartemen di sana, akan sangat berbahaya dan jelas-jelas merusak lingkungan.

Terutama, kata Zaenal, dampaknya akan dirasakan warga sekitar dan juga warga Jakarta. "Banjir di Jakarta akan semakin parah, karena air tidak tertangkap dan terserap lagi di lahan itu," kata Zaenal, kepada Warta Kota, Rabu (4/2/2015).

Karenanya ia mendukung aksi warga terdampak yang menolak pembangunan Apartemen CTS. "Sebab ternyata mereka tidak memiliki IMB untuk itu," katanya.

Ia mengatakan untuk konsep jangka panjang pembangunan apartemen CTS akan sangat berbahaya. Sebab ini akan menjadi yurisprudensi bahwa wilayah serapan air lainnya di Depok bisa dibangun bangunan besar.

"Karenanya saya minta Pemprov DKI dan Pemprov Jabar duduk bersama membicarakan proyek di Depok ini. Sebab dengan dibangunnya wilayah serapan di Cinere, maka dampaknya akan terasa sampai ke Jakarta," ujarnya.

Ia mengatakan untuk satu tower apartemen akan berpotensi mengurangi debit air 600 ribu sampai 700 meter kubik air perharinya. "Bisa dibayangkan jika nanti di sana ada 12 tower apartemen, maka berapa banyak debit air tanah berkurang setiap harinya," kata Zaenal.

Hal ini, katanya akan mengakibatkan kualitas air tanah di wilayah Cinere akan menurun jauh. "Jadi saya meminta Gubernur DKI berbicara dengan Gubernur Jawa Barat, agar proyek ini tidak dilaksanakan demi keberlangsungan lingkungan hidup yang lebih baik," kata Zaenal.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved