Penganiayaan

Dony Nekat Aniaya Ibunya Karena Sakit Hati Dibilang Gila

Motif penganiayaan yang dilakukan Johanes Saptono alias Dony (45) terhadap ibunya, Elizabeth Jupri (79) lantaran sakit hati kerap dihina.

Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Johanes Saptono alias Dony (45) sedang menjalani pemeriksaan di Polsek Pondok Gede, Kota Bekasi. Dony ditangkap usai menganiaya ibunya, Elizabeth Jupri (79) di Komplek Rafles Bank of Tokyo Blok A 16 RT 03/14, Jatimakmur, Pondok Gede, Bekasi. 

WARTA KOTA, BEKASI - Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Pondokgede, AKP Untung Riswaji menjelaskan, motif penganiayaan yang dilakukan Johanes Saptono alias Dony (45) terhadap ibunya, Elizabeth Jupri (79) lantaran sakit hati kerap dihina. Menurut Untung, korban selalu mengingatkan Dony, agar tidak sering melamun karena terlihat seperti orang gila.

"Pelaku sering melamun di teras rumah, terus beberapa jam sebelum kejadian korban mengingatkan 'jangan bengong terus, kayak orang gila aja kamu," ujar Untung di Mapolsek Pondokgede pada Rabu (4/2/2015).

Mendengar perkataan ibunya, kata Untung, pelaku hanya terdiam. Namun beberapa jam kemudian, pelaku naik pitam dan langsung mengambil sebatang kayu alas tempat tidur.

Dengan bertubi-tubi, pelaku kemudian memukul kepala Elizabeth yang saat itu tengah merajut pakaian anak kecil di ruang tamu. "Berdasarkan keterangan pelaku, dia 7 kali memukul korban. Pemicunya, karena pelaku kesal sering dibilang tidak waras," kata Untung.

Akibat perbuatannya, lanjut Untung, korban mengalami luka parah di bagian kepala, leher, mata kanan, bibir dan telinga. Melihat ibunya tersungkur di lantai, kemudian pelaku melarikan diri ke luar perumahan. Namun usahanya gagal, setelah pelaku diamankan oleh warga sekitar.

"Saat pelaku kabur atau sekitar 20 meter dari tempat kejadian, kayu untuk memukul korban dibuang ke selokan. Tapi sekarang barang bukti itu sudah kita amankan," jelas Untung.

Dikatakan Untung, pelaku akan dijerat dengan Undang-Undang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Pasal 84 dan Pasal 351 KUHP ayat dua tentang penganiayaan hingga menyebabkan korban mengalami luka berat dengan ancaman penjara di atas lima tahun.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved