Endemis DBD
Waspada, DBD Serang Warga Bogor
Data dari RSUD Cibinong, jumlah penderita DBD selama dua bulan, November-Desember 2014 mencapai 185 orang.
Penulis: |
WARTA KOTA, BOGOR - Penyakit demam berdarah dengue (DBD) menyerang warga Kabupaten Bogor. Data dari RSUD Cibinong, jumlah penderita DBD selama dua bulan, November-Desember 2014 mencapai 185 orang.
Humas RSUD Cibinong Endang Setia Budi mengatakan, sekarang ini serangan DBD tidak mengenal musim. Pada November, pasien DBD sebanyak mencapai 64 orang, dengan rincian 51 pasien rawat inap dan 13 rawat jalan.
"Dari jumlah 64 pasien, terdiri 21 anak-anak dan 43 orang dewasa," ujarnya, Selasa (3/2).
Sedangkan pada Desember jumlah pasien DBD sebanyak 121 orang, terdiri dari 104 pasien rawat inap dan 17 pasien rawat jalan. Dari jumlah itu, 37 anak-anak dan 84 orang dewasa.
Dengan tingginya jumlah warga yang terserang DBD, Endang berharap masyarakat tidak terlambat untuk memeriksakan diri ke Puskesmas atau Rumah Sakit. "Terlambat dibawa ke rumah sakit, bisa membahayakan diri pasien itu sendiri," katanya.
Selama ini, pihak RSUD Cibinong selalu menangani pasien penyakit apa pun dengan maksimal. "Alhamdulillah, sampai saat ini, belum ada DBD yang meninggal dunia di rumah sakit ini," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Dr Camalia W. Sumaryana mengatakan, hingga saat ini belum ada warga yang meninggal dunia akibat DBD.
"Dari delapan kasus DBD, sebenarnya adalah belum positif demam berdarah. Tim kami sudah turun ke lapangan dan ternyata yang positif demam berdarah hanya ada dua orang dan tidak ada yang meninggal dunia," katanya.
Sedangkan satu orang yang meninggal berdasarkan hasil pemeriksaan rumah sakit bukan karena demam berdarah. Hasil laboratorium sama sekali tidak menunjukan pasien positif demam berdarah.
"Akan tetapi apapun itu ini merupakan perhatian dan warning untuk kami agar kami lebih baik lagi memberikan pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.
Dia menjelaskan, selama tahun 2014 terdapat 1.834 kasus DBD di Kabupaten Bogor. Dari jumlah tersebut 29 orang yang meninggal dunia. Menurut Kadinkes, hal ini bisa diakibatkan karena adanya keterlambatan penanganan.
Dari 40 kecamatan se-Kabupaten Bogor, 10 kecamatan yang merupakan daerah endemis demam berdarah. Di daerah endemis inilah yang secara rutin petugas dari Dinas Kesehatan melakukan fogging focus.
"Meski belum dinyatakan positif demam berdarah, petugas kami sudah harus turun mensurvey lokasi dibantu oleh aparat setempat atau kader. Kemudian proses uji lab untuk memastikan pasien positif demam berdah pun tidak lama, pada hari itu pun hasil lab bisa keluar, jadi jika positif demam berdarah bisa langsung dilakukan fogging," katanya.