Ini Alasan Warga Tolak Proyek Apartemen Cinere Terrace Suites

Warga RW 04 dan RW 05, Pangkalan Jati, Cinere serta warga RW 06, Pondok Labu, menolak keras pembangunan Apartemen Cinere Terrace Suites.

Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Warga yang menolak proyek pembangunan apartemen Cinere Terrace Suites, menyatakan aspirasi mereka dengan berbagai cara, Selasa (3/2/2015). Namun sampai kini tidak ada itikad baik yang dilakukan pengembang. 

WARTA KOTA, DEPOK - Warga RW 04 dan RW 05, Pangkalan Jati, Cinere serta warga RW 06, Pondok Labu, Jakarta Selatan menolak keras pembangunan Apartemen Cinere Terrace Suites (CTS) di Jalan Merawan, Cinere, Depok.

Peter (40) juru bicara warga, mengatakan setidaknya ada beberapa alasan warga yang bermukim sekitar 100 meter dari proyek apartemen menolak keras adanya proyek apartemen itu.

Di antaranya kata Peter, dalam peta peruntukan wilayah, lahan dimana apartemen berdiri peruntukkannya adalah untuk pemukiman landed atau bukan bangunan rumah susun.

"Sehingga infrastruktur yang ada tidak akan memadai dan merusak lingkungan jika apartemen dipaksakan," kata dia, Selasa (3/2/2015).

Selanjutnya tambah Peter, jalan wilayah atau jalan lingkungan dimana di sekitar lahan apartemen berdiri belum ditingkatkan kelasnya menjadi jalan kota atau utama.

Serta yang terakhir karena dalam proses pembuatan amdal saat ini, pihak pengembang tidak melibatkan warga terdampak yang rumahnya sekitar 100 meter dari lokasi proyek.

Apalagi kata warga dalam pembangunan Cinere Bellevue Mall oleh pengembang yang sama ada belasan rumah warga yang rusak dan sampai kini belum diganti rugi oleh pengembang.

"Karenanya kami warga RW 4 dan RW 5, Kelurahan Pangkalan Jati serta warga RW 6, Pondok Labu, Jakarta Selatan menolak keras proyek apartemen itu yang diketahui belum memiliki IMB," katanya.

Ketua RT 03/04, Pangkalan Jati, Bambang, mengatakan awalnya warganya sama sekali tidak pernah diikut sertakan dalam sosialisasi pembangunan apartemen termasuk dalam proses amdal.

"Sosialisasi untuk amdal dilakukan ke kami November 2014 lalu. Namun saat kami cek ke BLH ternyata saat itu proses amda sudah masuk dalam kajian analisis. Jadi kami tidak tahu apa yang akan dilakukan pengembang jika terjadi sesuatu dampak atas rumah kami karena proyek mereka," ujar Bambang.

Karenanya kata Bambang, warganya sepakat untuk menolak pembangunan proyek itu.

"Kami sudah mengadukan hal ini ke DPRD Depok dan berharap anggota dewan membawa aspirasi agar proyek ini tidak dilanjutkan," kata Bambang.

Direktur Proyek PT Megapolitan Developments, Abraham, selaku pengembang proyek apartemen Cinere Terracae Suites, berjanji akan menemui sejumlah warga yang menolak proyek apartemen CTS agar ada titik temu. Menurut Abraham pembangunan apartemen ini sebenarnya nantinya akan menguntungkan warga sekitar karena menaikkan kualitas wilayah dan harga lahan warga.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved