Tenis
Andy Murray Naik Dua Peringkat
Petenis Inggris Andy Murray naik ke peringkat empat peringkat dunia ATP, Senin (2/2)
WARTA KOTA, MELBOURNE - Petenis Inggris Andy Murray naik ke peringkat empat peringkat dunia ATP, Senin (2/2), setelah mencapai babak final Australia Terbuka 2015 di Melbourne.
Sebelumnya, peringkat Murray ada di posisi enam dunia. Peringkatnya naik setelah ia melaju ke final dan menjadi runner up, setelah dikalahkan Novak Djokovic dengan skor 7-6, 6-7, 6-3, 6-0 di Melbourne Park, Minggu (1/2).
Kekalahan di final Australia Terbuka 2015 memperpanjang rekor buruk Murray atas Djokovic. Dari 13 pertemuan terakhir, Murray sudah kalah 12 kali, termasuk final Australia Terbuka 2011 dan 2013, serta final Amerika Serikat Terbuka 2012.
Sedangkan gelar juara di Australia membuat Djokovic semakin kokoh di puncak dengan poin 13.045, sekaligus memperlebar jarak dengan Roger Federer di peringkat kedua dengan nilai 9.245.
Djokovic menjadi petenis dengan koleksi gelar juara terbanyak di Australia Terbuka. Total, petenis Serbia tersebut sudah memiliki lima gelar.
Djokovic memang masih kalah dari Roy Emerson yang memiliki enam trofi juara. Namun, Emerson meraihnya di era amatir. Djokovic bersaing ketat dengan Federer yang kini sudah memiliki empat gelar di era terbuka.
Itu adalah gelar juara Grand Slam kedelapan yang diraih Djokovic sepanjang kariernya. Ia kini bersanding dengan Andre Agassi, Ivan Lendl, serta Jimmy Connors yang sama-sama memiliki delapan gelar.
Sementara, petenis senior Martina Hingis merebut gelar juara Australia Terbuka 2015 di nomor ganda campuran. Berpasangan dengan Leander Paes (India), mereka menang dua set langsung atas Kristina Mladenovic (Perancis)/Daniel Nestor(Kanada) dengan kedudukan 6-4 dan 6-3 di laga final.
Ini menjadi gelar Grand Slam pertama Hingis sejak comeback ke tenis profesional pada Juli 2013 lalu. Kemenangan di Australia Terbuka juga sekaligus menjadi gelar Grand Slam pertamanya sejak yang terakhir dia dapat di kejuaraan dan nomor yang sama pada 2006 silam.
"Siapa yang bisa menyangkanya. Ini lebih dari yang bisa saya mimpikan," ujar petenis berumur 34 tahun itu.
Di nomor tunggal, Hingis punya tiga gelar juara Australia Terbuka yang dia raih pada 1997, 1998, dan 1999. Pemilik lima gelar Grand Slam nomor tunggal itu pensiun di 2003 dalam usia 22 tahun, setelah menderita cedera pergelangan kaki yang tak kunjung pulih.
Pada 2006, dia memutuskan kembali ke lapangan, namun kembali gantung raket di 2007 setelah terbukti positif kokain saat tampil di Wimbledon tahun itu. Hingis lantas membuat comeback lagi pada Juli 2013. (pen)