12 Spanduk Hilang Dicuri, Warga Pasang Spanduk Pengganti

Spanduk dipasang dengan diikatkan di dua mobil warga yang diparkir tepat di halaman pintu masuk CBM.

Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Spanduk dengan sistem lepas pasang dibentangkan warga tepat di depan CBM, atau disamping proyek Apartemen Cinere Terrace Suites yang ditolak warga, Minggu (1/2/2015) sore. Aksi ini dilakukan karena sebanyak 12 spanduk yang dipasang warga hilang, Sabtu malam. 

WARTA KOTA, DEPOK - Sebanyak 12 spanduk penolakan pembangunan apartemen yang dipasang warga RW 4 dan RW 5 Kelurahan Pangkalan Jati, Cinere, Depok serta warga RW 6 Pondok Labu, Jakarta Selatan, di sepanjang Jalan Merawan hingga Jalan, Cinere, Depok, pada Jumat (30/1), hilang pada Sabtu (31/1) malam.

Walaupun begitu, warga kembali memasang spanduk pengganti bertuliskan 'Kami Menolak Pembangunan Cinere Terrace Suites', di beberapa titik walau tidak sebanyak sebelumnya, pada Minggu (1/2).

Bahkan warga juga membentangkan spanduk dengan sistem lepas pasang tepat di samping lokasi proyek apartemen Cinere Terrace Suites atau di depan Cinere Belleuve Mall, Minggu sore.

"Kami bentangkan spanduk sejak pukul 14.00 sampai pukul 18.00 sore atau malam ini," kata Zul, warga RW 4, Pangkalan Jati, Cinere, Depok, kepada Warta Kota, Minggu.

Menurut Zul, hal ini dilakukan agar pihak pengembang mengetahui bahwa hilangnya spanduk tidak menyurutkan semangat warga menolak proyek pembangunan apartemen yang tidak dilengkapi amdal dan IMB itu.

Pantauan Warta Kota, Minggu sore, spanduk yang dipasang dengan sistem lepas pasang berukuran 10 mX 1,7 m. Spanduk dipasang dengan diikatkan di dua mobil warga yang diparkir tepat di halaman pintu masuk CBM.

Peter (40) warga lainnya mengatakan selain memasang spanduk dengan sistem lepas pasang, warga juga memasang spanduk pengganti di beberapa titik spanduk yang hilang.

"Untuk saat ini ada 6 spanduk pengganti yang kami pasang dari 12 spanduk yang hilang," kata Peter.

Menurut Peter, spanduk yang dibuat swadaya oleh warga RW 4 dan RW 5 Kelurahan Pangkalan Jati serta RW 6, Pondok Labu, membuktikan bahwa pihak pengembang tidak mengikutsertakan mereka dalam proses amdal yang tengah mereka buat.

"Jadi jika nanti tahu-tahu Amdal atau IMB untuk apartemen CTS muncul, maka ada sesuatu yang tak beres dan bisa dilaporkan pidana. Sebab sejak jauh-jauh hari warga terdampak menolak proyek itu karena tidak diikutsertakan," kata Peter.

Seperti diketahui sejak awal warga dari 3 RW di dua Kelurahan yang mencakup Kota Depok dan Jakarta Selatan menolak keras pembangunan Apartemen Cinere Terrace Suites di Jalan Merawan, Cinere, Depok.

Pasalnya pembangunan apartemen itu tidak dilengkapi IMB dan amdal.

Pembangunan apartemen akhirnya disegel Satpol PP Depok sejak Oktober 2014 lalu.

Sampai kini pihak pengembang tengah berupaya mengurus amdal dan IMB ke Pemkot Depok.

Namun lagi-lagi warga merasa tidak diikutsertakan dalam proses itu terutama terkait amdal untuk mendapatkan IMB.(bum)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved