Pemprov DKI Tidak Konsisten Buat Headway Bus Transjakarta
Wacana Gubernur DKI Jakarta, mengizinkan kendaraan pribadi masuk jalur bus Transjakarta adalah ketidak konsistenan dari Pemprov
WARTA KOTA, GAMBIR - Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPRD DKI, Selamat Nurdin menuturkan wacana Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengizinkan kendaraan pribadi masuk jalur bus Transjakarta adalah ketidak konsistenan dari Pemprov DKI. Dimana Ahok menginginkan adanya headway yang cepat antar bus Transjakarta jika ada penambahan ratusan moda transportasi publik itu.
"Ini bentuk ketidak konsistenan Pemprov DKI. Mana bisa mencapai headway lima menit kalau ada kendaraan lain selain bus Transjakarta," kata Selamat saat dihubungi Wartakotalive.com di Balai Kota DKI Jakarta, Sabtu (31/1/2015).
Dia mengatakan bahwa memang tidak ada peraturan perundang-undangan yang melarang kendaraan selain bus Transjakarta yang melintasi jalur busway. Namun, seharusnya wacana itu tidak langsung digaungkan di publik.
"Harus ada kajian dalam menentukan kebijakan. Jadi masyarakat tidak bertanya-tanya serta akan ada kontroversi," ungkapnya.
Dia lebih berharap Pemprov DKI fokus dalam membenahi transportasi publik. Dibandingkan dengan memberikan wacana yang kadang meresahkan warga Jakarta.
"Jadi jangan hanya kontroversi saja, benahi angkutan publik dulu. Kalau kebijakan perlu ada kajiannya," tegas politisi PKS itu.