Polisi Gadungan ini Sering Minta Uang ke Sopir Truk

Seorang pria berinisial DG (32) mengaku sebagai polisi dan kerap meminta uang kepada setiap sopir truk bermuatan di Jalan Raya Serang

Polisi Gadungan ini Sering Minta Uang ke Sopir Truk
Kompas.com
Ilustrasi - Tanda kepemilikan senjata milik polisi gadungan, Daniel Fahrudin (36). Ia ditangkap saat berpapasan dengan anggota polisi mapolres Jakarta Barat pada Kamis (31/1/2013). 

WARTA KOTA, TANGERANG - Seorang pria berinisial DG (32) mengaku sebagai polisi dan kerap meminta uang kepada setiap sopir truk bermuatan di Jalan Raya Serang, Tangerang. Atas perbuatannya, polisi gadungan itu diringkus polisi yang bertugas di Polisi Sektor Curug.

Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Curug Inspektur Satu Sobirin, mengatakan aksi DG mulai terungkap ketika ia seringkali meminta setoran yang terlalu mahal kepada sopir truk bermuatan.

Warga Cikupa, Tangerang itu mematok harga Rp 120.000 untuk setiap truk yang melintas di jalan yang berada di dekat pintu tol keluar Bitung (Tol Jakarta-Tangerang).

"Karena para sopir keberatan, maka mereka melaporkannya ke Polsek Curug," kata dia saat dikonfirmasi, Kamis (29/1/2015). Polisi kemudian menangkap DG pada Rabu (28/1/2015) pagi seusai ia melakukan aksinya.

Sobirin menjelaskan, saat melakukan aksinya, pria itu mengenakan layaknya polisi sepulang dinas. Ia mengenakan jaket kulit hitam, sepatu hitam, sabuk yang menyerupai polisi.

Bahkan DG juga membawa pemantik yang berbentuk pistol. Lantaran dipergoki saat beraksi, DG pun tak dapat mengelak lagi.

Ia digiring ke Polsek Curug untuk diperiksa. Sobirin menuturkan, menurut pengakuan DG, pria itu menggunakan atribut polisi dan membawa pemantik berbentuk korek api adalah untuk melancarkan aksinya.

DG juga mengaku kerap mengomel kepada sopir truk yang menolak membayar kontribusi. DG biasa beraksi sekitar pukul 5.00 hingga 6.30 WIB.

Sekali beraksi, ia dapat meraup ratusan ribu rupiah. Dari tangan DG, polisi menyita atribut kepolisian gadungan dan sebuah sepeda motor yang digunakan DG untuk menuju lokasi pemalakan.

Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved