Minuman Keras

Gubernur DKI : Larangan Total Alkohol Lebih Berbahaya

Gubernur DKI menyatakan, jika memberlakukan larangan total alkohol untuk dijual di Ibu Kota, akan akan muncul pasar gelap.

Gubernur DKI : Larangan Total Alkohol Lebih Berbahaya
Warta Kota/angga bhagya nugraha
Ilustrasi 

WARTA KOTA, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyatakan, jika memberlakukan larangan total alkohol untuk dijual di Ibu Kota, akan lebih berbahaya karena akan muncul pasar gelap.

"Memang ada usulan tidak boleh ada alkohol sama sekali dan kita harus bahas ini lebih dalam lagi serta kita harus lihat sejarah dan data ketika dilarang maka akan terjadilah yang namanya pasar gelap," kata Basuki di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2015).

Basuki mengatakan, jika sudah ada pasar gelap akan susah untuk melakukan pengawasan dan kontrol bagi pelaku produksi minuman beralkohol tersebut. "Pasar gelap lebih konyol dan kita tidak bisa ngontrol pabrik-pabrik," kata Basuki.

Basuki mengatakan, lebih baik dalam penanganan masalah ini hanya memberlakukan pembatasan saja seperti siapa yang berhak membelinya. "Kalau dibatasi hanya umur 21 yang bisa beli ini kita akan tahu siapa yang beli dan secara otomatis akan menurunkan angka kriminalitas seperti itu," ujar Basuki.

Basuki menegaskan jika peraturan pelarangan minuman beralkohol akan menyebabkan pabrik harus tutup serta untuk memenuhi kebutuhan akan komoditi tersebut harus diimpor dari luar negeri.

"Jika peraturan ini jadi diberlakukan di Indonesia maka semua pabrik harus tutup lalu akan menyebabkan peredaran minuman beralkohol ilegal yang diselundupkan dari luar negeri," ujar pria yang akrab disapa Ahok itu.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel melarang penjualan minuman beralkohol golongan A dijual di minimarket yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 06/M-DAG/PER/1/2015 tentang Pengendalian dan Pengawasan terhadap Pengadaan, Peredaran, dan Penjualan Minuman Beralkohol. (Antara)

Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved