Bambang Widjojanto Ditangkap

Masalah Polri-KPK Akan Timbulkan Kecemasan Investor

Pengamat mengatakan, masalah antara KPK dan Polri dikhawatirkan akan menimbulkan kecemasan investor untuk masuk ke Indonesia.

Warta Kota/Alex Suban
Presiden Joko Widodo menyampaikan sikap pemerintah terkait penangkapan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto oleh Bareskrim Mabes Polri di Istana Bogor, Jumat (23/1/2015) sore didamping Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua KPK Abraham Samad, dan Wakapolri Komjen Badrodin Haiti. 

WARTA KOTA, PALMERAH - Pengamat Ekonomi Universitas Sam Ratulangi Manado Joubert Maramis mengatakan masalah antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polisi Republik Indonesia (Polri) dikhawatirkan akan menimbulkan kecemasan investor untuk masuk ke Indonesia.

"Masalah KPK dan Polri ini dikhawatirkan akan berdampak tidak langsung akibat persepsi yang salah dari investor luar negeri," kata Joubert, di Manado, Senin (26/1/2015).

Joubert mengatakan jika investor luar negeri melihat kasus Polri dan KPK adalah kasus dalam ranah penegakan hukum yang objektif maka tidak jadi soal, namun jika dilihat sebagai "aksi balas dendam" antar kedua institusi negara maka dampaknya negatif terhadap penegakan hukum di Indonesia.

Investor yang salah menilai kasus ini akan menganggap konsistensi objektivitas hukum sangat lemah dan ini tidak baik bagi bisnis di Indonesia.

"Bagaimana bisa membangun negeri ini jika institusi kuat di Indonesia saling menunjukkan gigi, aksi balas-membalas ini sangat tidak baik bagi iklim investasi di indonesia," jelasnya.

Jika hal ini dibiarkan berkepanjangan tanpa solusi maka dalam jangka panjang akan berakibat serius bagi perekonomian yaitu investor, yang menimbulkan ketidakpercayaan terhadap objektivitas hukum di indonesia.

"Ketidakpercayaan ini akan mempengaruhi investor asing berinvestasi di Indonesia," jelasnya.

Ia mengharapkan, pemerintah segera menuntaskan kisruh itu. Lantaran sejumlah kendala lain ikut mempengaruhi iklim investasi di Indonesia seperti minimnya infrastruktur, pelemahan kinerja komoditas seperti batu bara, minyak dan kelapa sawit, serta implementasi program hilirisasi industri masih tahap awal. (Antara)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved