Bambang Widjojanto Ditangkap

BW Naik Ojek, Kembaliannya untuk Amal Masjid

Sebelum menjabat sebagai Wakil KPK Bambang Widjojanto sudah dikenal sebagai seorang yang bermasyarakat.

Editor: Suprapto
Warta Kota/Bintang Pradewo
Suasana di salah satu pangkalan ojek di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu (10/1/2015). Pembatasan sepeda motor di jalan-jalan utama Jakarta membuat pendapatan tukang ojek menurun. 

WARTA KOTA, PALMERAH— Sebelum menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto sudah dikenal sebagai seorang yang bermasyarakat.

Saban hari, pria kelahiran Jakarta 18 Oktober 1959 ini tak jarang menumpangi ojek sebelum berangkat bekerja. Salah satu yang selalu yang ditumpanginya adalah Ambrun (35) yang mangkal di sekitar kediaman pribadinya di Jalan Cening Ampe, Kampung Bojong Lio, Kelurahan Cilodong, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat.

"Dari dulu sebelum bekerja di KPK, (Bambang) rutin setiap pagi naik ojek ke saya, dari sini (Kampung Bojong) ke Stasiun Depok Lama. Pulangnya juga naik ojek" cerita Ambrun saat berbincang bersama Tribunnews.com, Senin (26/1/2015) siang.

Ia mengatakan, jasa ojek dari kediaman Bambang sampai Stasiun itu seharga 20 ribu rupiah. Namun, beberapa kali mantan pengacara itu pernah membayar sewa ojek dengan uang yang lebih.

"Suka bayar lebih. Kalau dia bayar 50 ribu, kalau kami enggak ada kembalian pak Bambang bilang sumbang ke kotak amal masjid saja," katanya.

Meskipun tak mengenal dekat, Ambrun mengaku pendiri Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) ini adalah pria yang baik. Menurutnya, selain rajin beribadah, pria yang berjenggotan itu memiliki jiwa sosial yang tinggi dengan masyarakat.

"Keseharian sama warga juga dekat enggak pandang bulu," ucapnya. (Rahmat Patutie)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved