#SaveKPK

Adnan Pandu Praja Tetap Senyum

Ad­nan Pandu Praja ketika menghadiri aksi #SaveKPK Minggu (25/1) pagi, tetap tersenyum.

Adnan Pandu Praja Tetap Senyum
Tribunnews.com
Adnan Pandu Praja, Wakil Ketua KPK. 

WARTA KOTA, PALMERAH— Wakil Ketua Komisi Pembe­rantasan Korupsi (KPK) Ad­nan Pandu Praja ketika menghadiri aksi #SaveKPK di Jalan MH Thamrin, Ja­karta Pusat, Minggu (25/1) pagi, tetap tersenyum. Meski dilaporkan ke Bareskrim Polri atas dugaan mengambilalih saham dan aset PT Desy Timber di Berau, Kalimantan Timur (Kaltim) secara ilegal, ia mengaku tidak gentar.

Kepada wartawan yang meminta tanggapannya atas dugaan tindak pidana itu, Adnan tampak tetap tenang dan tersenyum. Ia menilai, pihak yang melaporkan dirinya ke polisi ingin memanfaatkan situasi pelemahan terhadap KPK.

"Orang yang melaporkan saya ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri itu hanya mencari popularitas dan keuntungan di balik peristiwa (kisruh KPK vs Polri) ini," ucap Adnan di sela aksi yang digelar di acara car free day (CFD=hari bebas kendaraan bermotor) itu.

Pantauan di lokasi, tampak hadir di aksi #SaveKPK mantan Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumkam) Denny Indrayana, Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Sandra Moniaga, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.

Sikap tenang dan tetap tersenyum Adnan juga terlihat ketika ia memberikan keterangan pers di kediaman pribadinya di Jalan Duta, Gang Soleh, Kampung Sugutamu, RT 2/28, Nomor 98, Kelurahan Bakti Jaya, Sukmajaya, Depok, kemarin sore. Adnan meminta agar harapan yang disuarakan banyak pihak ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertindak tegas menyelesaikan ketegangan KPK-Polri, juga ia impikan.

Adnan pun berharap kekisruhan terkait tindakan indisipliner oknum petugas Bareskrim Polri atas penangkapan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) yang tidak manusiawi juga harus ditindak tegas.

"Nggak cukup dengan kata-kata yang sifatnya bahasa-bahasa di langit. Jangan menggunakan bahasa-bahasa di awan, harus lebih real (konkret)," ucap Adnan sambil tetap senyum.

Seperti diberitakan, Adnan dilaporkan ke Bareskrim Polri, Sabtu (24/1) siang. Adnan dituduh melakukan perampasan saham dan aset PT Desy Timber, sebuah perusahaan pemotongan kayu di Kaltim.

Pihak yang melaporkan Adnan ke Bareskrim adalah Mukhlis Ramlan. Dia menuturkan, pada 2005 Adnan dan seorang rekannya, yakni Muhammad Indra Warga Dalem (IWD), diberi surat kuasa oleh Komisaris Utama PT Teluk Sulaiman untuk menjadi penasihat hukum di PT Daisy Timber. PT Teluk Sulaiman merupakan pemegang saham terbesar atas PT Daisy. Pada 2006, perusahaan itu mengalami dualisme kepemimpinan dan perkara tersebut diajukan ke pengadilan.

"Pada saat itulah IWD dan Adnan menggelar RUPS (rapat umum pemegang saham) ilegal. Semula, agenda RUPS itu hanya melakukan perubahan struktur direksi. Tapi ternyata, dalam akta perusahaan ada perubahan struktur, saham, sekaligus modal," ujar Mukhlis di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, usai melaporkan Adnan.

Mukhlis selaku pemilik saham di PT Teluk Sulaiman menuding bahwa Indra dan Adnan memalsukan akta notaris perusahaan. Sejumlah direksi dicopot dan digantikan oleh orang dekat keduanya. Begitu juga sejumlah aset, seperti mobil dan bangunan, diambil alih secara paksa oleh Indra dan Adnan. Mukhlis mengklaim perusahaannya rugi ratusan miliar rupiah atas perampasan saham dan aset itu.

Mukhlis melaporkan Adnan dan Indra didampingi kuasa hukumnya, Angga Busra Lesmana dengan laporan nomor TBL/48/I/2015/Bareskrim. Adnan dan Indra diadukan telah melakukan tindak pidana memberikan keterangan palsu dalam akta otentik serta turut serta melakukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266 KUHP juncto Pasal 55 KUHP. Tanda bukti laporan itu ditandatangani oleh Perwira Unit Siaga II Iptu Edy Wuryanto. (bum/sab/Tribun)

Informasi lebih lengkap silakan baca koran WARTA KOTA edisi Senin (26/1/2015)

Editor: Suprapto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved