Razia PSK

6 PSK dan 4 Tukang Ojek Diciduk Saat Mangkal

Setiap kali transaksi para PSK ini menetapkan tarif sebesar Rp 300 ribu sampai dengan Rp 500 ribu.

Editor: Andy Pribadi
Wahyu Tri Laksono
Enam PSK dan 4 tukang ojek yang diciduk petugas, Minggu dini hari. 

WARTA KOTA, TAMANSARI - Sejumlah Pekerja Seks Komersial (PSK) beserta tukang ojeknya diamankan Polsektro Tamansari karena dianggap meresahkan masyarakat. Mereka diamankan saat sedang mangkal di sepanjang Jalan Hayam Wuruk, Tamansari, Jakarta Barat, Minggu (25/1) dini hari.

Berdasarkan data yang dihimpun Warta Kota total ada 10 yang diamankan. Enam diantaranya PSK dan 4 lagi merupakan tukang ojek langganannya. Menurut Kanit Reskrim Polsek Tamansari, Kompol Ferio Ginting, diangkutnya para PSK ini lantaran sudah meresahkan masyarakat.

"Mereka mangkal sudah di bahu jalan, bahkan ada yang sampai separuh jalan untuk memberhentikan pelanggan. Jelas menganggu pengguna jalan serta warga sekitar, makanya kami angkut saat operasi Cipta Kondisi," kata Ferio kepada Warta Kota, Minggu.

Ferio melanjutkan setiap kali transaksi para PSK ini menetapkan tarif sebesar Rp 300 ribu sampai dengan Rp 500 ribu. Mereka yang mangkal di sepanjang Jalan Hayam Wuruk ini dapat melayani 2-3 kali permainan.

"Mereka bisa bertransaksi sampai 3 kali dalam semalam. Dan ada beberapa yang memang sudah pernah dirazia tetapi kembali lagi 'berjualan'," tutur Ferio.

Keenam PSK yang dirazia ini setelah didata kemudian dikirim ke panti sosial Kedoya untuk dibina. Sementara untuk tukang ojeknya dibebaskan karena hanya sebagai antar jemput saja.

"Tukang ojeknya ini dibayar Rp 50.000 sekali transaksi tetapi tergantung kesepakatan. Saat ini mereka kami lepaskan, tapi PSK-nya kami kirim ke Kedoya," katanya.

Sementara itu PSK yang mengaku bernama Dina (25) mengaku kaget karena dirazia pihak kepolisian. Pasalnya sudah lama dirinya mangkal di tempat tersebut tetapi bebas dari razia.

"Biasanya aman mangkal di sini, tapi enggak tau kok semalam saya dibawa ke Polsek," kata wanita berbaju merah itu.

Dirinya mengaku tak keberatan dibawa ke panti sosial Kedoya, pasalnya ia sudah pernah keluar masuk ke panti tersebut. "Saya sudah pernah kesana, paling sebulan di sana dikeluarkan. Dan saya balik lagi, abis bingung cari kerja susah," tutur wanita yang sudah memiliki satu anak ini. (Wahyu Tri Laksono)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved