Selasa, 7 April 2026

Banjir Melanda Jakarta

Kelapa Gading Terendam Air Hingga 70 Cm

Hujan deras di DKI Jakarta sejak malam hingga Jumat (23/1) pagi hari, menyebabkan sejumlah ruas jalan di Jakarta Utara terendam.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Suprapto

WARTA KOTA, PALMERAH— Hujan deras yang mengguyur wilayah DKI Jakarta sejak malam hingga Jumat (23/1) pagi hari, menyebabkan sejumlah ruas jalan di wilayah Jakarta Utara terendam. Akibatnya, arus lalu lintas di wilayah pesisir Jakarta lumpuh total.

Seperti yang terlihat di Jalan Boulevard Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Hujan deras di wilayah tersebut membuat jalan terendam hingga 70 cm. Tak ayal, ratusan orang yang didominasi para karyawan ini menjadi terhambat menuju ke kantor, sebab para sopir angkot urung melintasi jalan tersebut.

Meski demikian, para karyawan yang biasa naik angkutan umum itu, terbantu dengan adanya layanan antar yang dikerahkan oleh Satpol PP, Polisi dan TNI menggunakan mobil Jeep dan truk.

Pantauan Warta Kota pada Jumat (23/1) pagi, puluhan karyawan yang biasa berkantor di Jalan Boulevard Barat terlihat berbondong-bondong saat hendak menaiki mobil petugas. Bahkan di antaranya, ada yang terpeleset karena terburu-buru untuk menaiki mobil itu.

Banjir yang melanda wilayah Kelapa Gading ini pun disesalkan oleh sejumlah karyawan. Pasalnya, banjir tersebut membuat aktivitasnya terganggu untuk menuju kantor.

Seperti yang diungkapkan oleh Cindy Dwi Sari (22) salah seorang karyawan mengaku, kesulitan untuk menuju ke kantornya yang terletak di depan Mall of Indonesia (MOI). Akibatnya, wanita yang bekerja sebagai asisten manager di sebuah perusaan ini menjadi terlambat ke kantor.

"Kalau tidak banjir begini, biasanya saya berangkat dari rumah pukul 08.00 akan sampai kantor pukul 09.30. Tapi, karena banjir saya bisa sampai kantor pukul 10.30," kata Cindy pada Jumat (23/1) pagi.

Cindy mengungkapkan, setiap berangkat dari rumahnya di Jalan Mayang Pratama RT 06/08, Kelurahan Mustika Jaya, Kecamatan Mustika Sari, Bekasi Timur, ia selalu menggunakan angkutan umum. Selama perjalanan itu, kata Cindy, ia selalu terjebak kemacetan yang dipicu oleh adanya genangan air atau banjir. "Di Bekasi dan Cakung juga tadi banjir sampai 30 cm. Semuanya jadi kacau gara-gara banjir," ujar Cindy.

Senada diungkapkan Hustia (22) karyawan lainnya yang bekerja di bagian keuangan di Bank Darah daerah Kelapa Gading. Hustia pun menjadi terlambat menuju ke kantor, padahal seharusnya ia mesti tiba di kantor pukul 09.00.

Meski demikian, ia tidak perlu risau dimarahi bosnya. Sebab, hampir seluruh karyawannya juga mengalami hal yang sama. "Untungnya bos bisa memahami karyawan telat karena adanya banjir di daerah Kelapa Gading," kata Hustia.

Agar keterlambatannya tidak terlalu parah, Hustia pun beralih menggunakan armada yang dikerahkan oleh petugas. Menurut dia, angkutan yang dikerahkan petugas itu merupakan hal yang rutin apabila terjadi banjir di wilayah Kelapa Gading. Ia pun mengaku terbantu dengan adanya layanan ini. "Sejak beberapa tahun lalu memang sudah ada layanan ini kalau ada banjir di jalanan. Cukup membantu sih, daripada kita jalan kaki kan agak jauh. Sudah gitu, layanan ini juga gratis," ujar Hustia.

Hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta sejak dini hari tadi menyebabkan sejumlah akses utama di wilayah Kelapa Gading tergenang, Jumat (23/1). Alhasil, kendaraan roda dua, maupun roda 4 yang tergolong rendah tidak dapat melintasi sejumlah Jalan karena ketinggian air mencapai 70 sentimeter.

Berdasarkan data yang dihimpun Warta Kota genangan terjadi di Jalan Boulevard Raya, Boulevard Barat, Jalan Boulevard Utara, Bouelvard Timur, Jalan Kelapa Nias Raya, Jalan Kelapa Hibrida Raya dan Jalan Kelapa Gading Kirana. Ketinggian air bervariasi antara 20-70 sentimeter pada titik terdalam.

Camat Kelapa Gading, Musa Syafrudin, membenarkan sejumlah jalan utama di Kelapa Gading sudah tidak dapat dilalui oleh kendaraan. Sebab, ketinggian air seperti di Jalan Boulevard Raya, Boulevard Barat dan Kelapa Gading Kirana berkisar antara 50-70 sentimeter.

"Kalau mobil yang agak tinggi mungkin bisa melintas. Tapi kalau motor atau mobil sedan akan mogok kalau memaksa melintas," kata Musa.

Selain menggenangi jalan, genangan sudah memasuki wilayah pemukiman warga. Bahkan sekitar 75 persen wilayahnya saat ini tergenang antara 10-90 sentimeter.

"Kita sudah membuka dua posko pengungsian. Di Apartemen Gading Nias, terdapat 70 pengungsi dan di Masjid At-Taqwa RW 03 Kelurahan Pegangsaan Dua sudah ada sekitar 90 pengungsi," ujar Musa.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved