Minuman Keras

BREAKING NEWS: Tiga Tewas, Dua Sekarat Akibat Miras Oplosan

Minuman keras (miras) oplosan, kembali menelan korban. Sebanyak tiga orang tewas, sementara dua lainnya sekarat.

BREAKING NEWS: Tiga Tewas, Dua Sekarat Akibat Miras Oplosan
Tribunnews.com
Ilustrasi. 

WARTA KOTA, KRAMATJATI - Minuman keras (miras) oplosan, kembali menelan korban. Sebanyak tiga orang tewas, sementara dua lainnya sekarat. Korban tewas yaitu Suwandi (30), Yanu Bakhtiar (41). Sementara, yang kini masih sekarat dan dirawat di RSUD Pasar Rebo, yaitu Muhamad Setiawan (31), Ardi Pangeran (37) serta Yuyun (50).

Keduanya tewas setelah menenggak miras oplosan di dua lokasi di Jalan Kampung Tengah, Gedong, Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Namun, pihak kepolisian hingga kini kesulitan untuk mengusut kasus tersebut. Pasalnya, pihak keluarga yang menutupi kasus itu dan beranggapan kasus itu hanyalah karena sakit biasa, bukan karena miras oplosan.

Seperti saat disambangi ke RSUD Pasar Rebo. Saat itu, Ardi tengah dirawat di ruang UGD.

Tampak di kedua tangannya terdapat bekas infus. Sementara, saat itu, jarum infus terlihat terpasang di kaki kanannya.

Pria yang mengenakan kaos hijau dan dan selimut putih itu, masih tak sadarkan diri. Hidungnya pun masih mengenakan selang oksigen.

Pihak keluarga yang menunggu korban saat itu, tak ada satupun yang mau berkomentar.

Lisa (44), salah satu keluarga pasien lainnya, sempat menyaksikan saat para korban dievakuasi ke UGD RSUD Pasar Rebo.

"Pas masuk ke sini, kemarin sekitar jam 8 pagi, mereka teriak-teriak perutnya kesakitan. Katanya gara-gara minum miras oplosan," kata Lisa yang sedang mendampingi ayahnya, sakit di UGD tersebut.

Menurut Lisa, di ruangan itu terdapat tiga korban yang masuk kala itu.

Satu korban, sekarat dan masih dirawat. Lalu satu korban dibawa pulang, sedangkan satu korban lainnya tewas.

"Tadi sempat keluarga korban mengajukan biaya pengobatan pakai BPJS, tapi ditolak rumah sakit, karena korban sakit akibat perbuatan melanggar hukum," katanya.

Sementara itu, Kepala Humas RSUD Pasar Rebo, Deddy Suryadi, setelah diperiksa, tim dokter mendiagnosa, para korban mengalami gejala keracunan minuman keras. Mereka sakit perut dan sakit kepala.

"Keluarga pasien tidak bersedia berikn penjelasan. Salah satu kerabatnya justru bilang bahwa korban sakit diabetes," katanya.


Kesulitan

Sedangkan, Kapolsek Kramat Jati, Kompol Handini, mengaku, bahwa pihaknya kesulitan melakukan penyelidikan tersebut.

Pasalnya,  keluarga korban tidak bersedia memberikan keterangan.

"Kami kesulitan mencari keterangan, karena keluarga korban tidak bersedia. Mereka menganggap bahwa sakit para korban, wajar," katanya.

Sedangkan, Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur, AKBP Ade Rahmat Idnal, mengatakan, bahwa tempat mereka konsumi miras oplosan terdapat di dua lokasi.

"Ada dua kelompok, yaitu Ardi Pangeran, Suwandi, dan Yanu Bakhtiar, minum di pinggir jalan di daerah Kampung Tengah. Sedangkan, satu kelompok lagi, M Setiawan dan Yuyun, juga minum bersama, di tempat yang berbeda namun dekat lokasi kelompok lainnya," katanya.

Diketahui, lanjutnya, Ardi dan teman-temannya, meminum miras dengan dicampur durian yang diperoleh dari teman-temannya.

Namun, pihaknya juga mengaku kesulitan untuk mendapatkan informasi mengenai miras tersebut.

"Untuk data yang kami peroleh masih minim. Karena keluarga tidak bersedia memberikan informasi. Jadi kami masih belum mengetahui darimana miras tersebut berasal," katanya.

Penulis: Mohamad Yusuf
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved