Premanisme
Kenek Metromini Simpan Dua Pisau di Dalam Tas
Polsektro Senen kembali menggelar razia preman dan pengamen di Kawasan Senen, Jakarta Pusat, Rabu (21/1/2015).
WARTA KOTA, SENEN - Polsektro Senen kembali menggelar razia preman dan pengamen di Kawasan Senen, Jakarta Pusat, Rabu (21/1/2015). Saat razia, polisi menemukan barang bukti berupa dua pisau kecil yang disembunyikan di dalam tas milik seorang kenek Metromini 17 Jurusan Mangarai-Senen di dalam tasnya.
"Kamu ngapain di sini? Bisa lihat isi tas sama Kartu Tanda Penduduk-nya?" tanya seorang petugas ke seorang pemuda bernama Eduardo (20).
Eduardo yang tengah asik bermain catur dengan sopir metromini, Simanjuntak (40) di sebuah warung yang bersebelahan di Stasiun Kereta Api (KA) Senen, kaget ketika empat polisi menghampirinya.
"Buat apaan Pak? Ada Pak. KTP ada.. Ini tas saya Pak," ucapnya pelan sambil menunduk.
Saat polisi memeriksa tas berwarna biru miliknya, seketika Eduardo mengaku tas tersebut bukan punyanya. Bahkan dia mengatakan tas tersebut milik temannya yang baru saja datang dari Tangerang.
"Bukan punya saya Pak. Ini tas punya temen saya. Saya bukan preman Pak," ucap Eduardo (20) di depan petugas.
Geram, polisi ini pun langsung membentak pria berbaju biru tersebut. "Kamu nih ditanya jawab yang benar. Jangan bohong kamu!" bentak salah seorang petugas ke Eduardo.
Ketika diperiksa, dua pisau kecil bergagang cokelat ditemukan petugas. Pisau kecil itu disembunyikannya di tumpukan baju-baju yang lembab.
"Ini apa ini? Buat apa ini (pisau)," kata petugas sambil menenteng pisau kemudian diperlihatkan ke Eduardo.
Namun, Simanjuntak pun menyahut ke petugas, apa yang dikatakan Eduardo benar adanya. "Iya Pak.. Kami lagi main catur. Saya sopirnya dan anak ini keneknya. Tadi memang ada orang nitip ke dia. Lalu pergi," kata pria bertubuh gemuk tersebut.
Polisi kembali membentak dan menggiring kedua orang tersebut ke kantor polisi. "Sudah kamu jangan banyak omong. Kita periksa kalian dulu di kantor. Ayo ikut!" kata petugas.
Wajah mereka yang kesal, kedua tangan pria ini pun diborgol petugas dan digiring ke kantor polisi. (Panji Baskhara Ramadhan)