Baru Sebulan Dibeton, Jalan Jati Raya Timur Tambal Sulam

Baru saja dibetonisasi pada pertengahan Desember 2014, ruas Jalan Jati Raya Timur sudah berlubang dan tambal sulam

Wartakotalive/Budi Sam Law
Ruas Jalan Jati Raya Timur di Kelurahan Pangkalan Jati, Kecamatan Cinere, Kota Depok, sudah berlubang dan sudah mengalami tambal sulam. Padahal ruas jalan ini baru saja dibetonisasi sekitar sebulan lalu yakni pertengahan Desember 2014. 

WARTA KOTA, DEPOK - Baru saja dibetonisasi pada pertengahan Desember 2014, ruas Jalan Jati Raya Timur di Kelurahan Pangkalan Jati, Kecamatan Cinere, Kota Depok, sudah berlubang dan sudah mengalami tambal sulam.

Hal tersebut dikeluhkan sejumlah warga yang biasa melintas di ruas jalan yang menghubungkan Cinere dengan Pondok Labu, Jakarta Selatan.

Noval (32) warga Perumahan Bukit Cinere Indah, yang biasa melintas Jalan Jati Raya Timur mengaku kecewa dengan kinerja betonisasi yang dilakukan Pemkot Depok di ruas jalan itu.

Menurutnya, kualitas pengerjaan terkesan diabaikan, sehingga ruas jalan mudah rusak. "Masa, baru sebulan lalu dibeton, jalan ini sudah ada lubang dimana-mana. Untungnya lubangnya cepat diaspal. Tapi jadi aneh juga. Soalnya sebagian besar jalan dibeton tapi di beberapa titik ditambal aspal," kata Noval saat ditemui Wartakotalive.com, di ruas Jalan Jati Raya Timur, Rabu (21/5/2015).

Murni (33), warga yang tinggal di sekitar ruas Jalan Jati Raya Timur menuturkan akibat betonisasi jalan itu, genangan air justru terjadi di ruas Jalan Jati Raya Timur.

"Kayaknya waktu dibeton, gak diperhatiin saluran airnya. Jadi kalau hujan, air yang seharus mengalir justru menggenang karena semua bagian ruas sudah dibeton dan air gak bisa meresapan," kata Murni.

Pantauan Wartakotalive.com, Rabu siang, kerusakan di ruas Jalan Jati Raya Timur yang baru saja dibetonisasi sebulan lalu tampak di beberapa titik di dekat taman yang menjadi median jalan pemisah di kedua arah.

Kerusakan jalan tampak sudah ditambal dengan aspal. Sehingga bekas tambalan tampak kontras dengan ruas jalan yang dibeton.

Dari tambalan aspal tampak kerusakan jalan terjadi sedikitnya di tiga titik yang saling berdekatan. Satu titik kerusakan jalan berbentuk seperti kotak segiempat dengan panjang dan lebar sekitar satu meter. Lalu di sebelahnya kerusakan jalan terjadi berbentuk segi empat pula dengan luas sekitar 1X1 meter namun ditambah kerusakan memanjang sekitar 2 meter.

Di titik lainnya kerusakan jalan berbentuk setengah lingkaran dengan diameter sekitar satu meter.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Dian Anditya Mutiara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved