Breaking News:

Betonisasi

Baru Sebulan Dibeton Jalan Jati Raya Timur Sudah Rusak

Jalan Jati Raya Timur telah mengalami tambal sulam sebulan lalu dengan dibeton, namun telah rusak kembali.

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Hertanto Soebijoto
Wartakotalive/Budi Sam Law
Ruas Jalan Jati Raya Timur di Kelurahan Pangkalan Jati, Kecamatan Cinere, Kota Depok, sudah berlubang dan sudah mengalami tambal sulam. Padahal ruas jalan ini baru saja dibetonisasi sekitar sebulan lalu yakni pertengahan Desember 2014. 

WARTA KOTA, DEPOK - Ruas Jalan Jati Raya Timur telah mengalami tambal sulam baru sebulan lalu dengan dibeton, namun kini sudah rusak. Hal itu semakin memperkuat dugaan adanya penyimpangan dalam betonisasi di ruas jalan tersebut yang dilakukan pertengahan Desember 2014 lalu.

Hal itu dikatakan Peter (40) warga setempat yang tinggal di RW 05, Pangkalan Jati, Cinere, Depok. "Ini menandakan betonisasi yang dilakukan Pemkot Depok tanpa ada perencanaan matang dan diduga ada penyimpangan. Apalagi dilakukan tanpa ada sosialisasi ke warga serta ikut membeton ruas jalan yang masuk wilayah Jakarta," katanya kepada Warta Kota, Rabu (21/1/2015).

Menurut Peter, warga sudah melaporkan hal ini ke Fraksi PDIP DPRD Depok. Ia berharap DPRD Depok mengungkap dugaan penyimpangan betonisasi jalan Jati Raya Timur ini, agar ke depan hal ini tidak terjadi lagi.

"Sebab sangat fatal karena Pemkot Depok membeton ruas jalan yang masuk wilayah DKI," kata Peter.

Sebelumnya sejumlah warga yang biasa melintas di ruas jalan yang menghubungkan Cinere dengan Pondok Labu, Jakarta Selatan tersebut mengeluhkan kondisi ruas jalan yang sudah rusak dan penuh tambal sulam, padahal baru dibeton sebulan lalu.

Noval (32) warga Perumahan Bukit Cinere Indah, yang biasa melintas Jalan Jati Raya Timur mengaku kecewa dengan kinerja betonisasi yang dilakukan Pemkot Depok di ruas jalan itu.

Menurutnya kualitas pengerjaan terkesan diabaikan, sehingga ruas jalan mudah rusak. "Masa, baru sebulan lalu dibeton, jalan ini sudah ada lubang dimana-mana. Untungnya lubangnya cepat diaspal. Tapi jadi aneh juga. Soalnya sebagian besar jalan dibeton tapi di beberapa titik ditambal aspal," kata Noval saat ditemui Warta Kota, di ruas Jalan Jati Raya Timur, Rabu (21/5/2015).

Murni (33), warga yang tinggal di sekitar ruas Jalan Jati Raya Timur menuturkan akibat betonisasi jalan itu pertengahan Desember 2014, genangan air justru terjadi di ruas Jalan Jati Raya Timur.

"Kayaknya waktu dibeton, gak diperhatiin saluran airnya. Jadi kalau hujan, air yang seharus mengalir justru menggenang karena semua bagian ruas sudah dibeton dan air gak bisa meresapan," kata Murni.

Yang aneh lagi, kata Murni, akibat genangan air itu, di beberapa titik ruas jalan yang dibeton menjadi rusak dan tergerus air.

"Biasanya kalau jalan dibeton kan gak terpengaruh oleh genangan air atau gerusan air. Tapi kok ini betonnya jadi rusak? Jadi kualitas waktu betonisasi bisa dipertanyakan juga kualitasnya tuh mas. Jangan-jangan kontraktornya bandel," ujar Murni.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved