Camat Todong Air Soft Gun

Ahok Segera Lantik Camat Penjaringan yang Baru

Ahok, Djarot, Sekretaris Daerah Pemprov DKI Saefullah serta sejumlah pejabat Pemprov DKI Jakarta terliba perbincangan sesaat.

Ahok Segera Lantik Camat Penjaringan yang Baru
Wartakotalive.com/Adi Suhendi
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat di depa Balai Kota, Rabu (21/1/2015) 

WARTA KOTA, PALMERAH— Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat sebelum mendampingi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam acara penandatanganan nota kesepahaman antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK)  berkunjung ke wilayah Jakarta Utara.

Usai mengantarkan ketua PPATK M Yusuf ke mobilnya yang berada di halaman depan Balai Kota, Ahok, Djarot, Sekretaris Daerah Pemprov DKI Saefullah serta sejumlah pejabat Pemprov DKI Jakarta terliba perbincangan sesaat. Sementara wartawan masih mencoba menunggu di pintu depan Balai Kota untuk meminta tanggapan orang nomor satu di DKI terkait dugaan aksi koboi yang dilakukan Camat Penjaringan Yani Wahyu Purwoko.

Saat akan masuk ke ruang kerjanya Ahok dan Djarot tampak kompak memberikan kesempatan kepada wartawan untuk bertanya kembali padahal setelah penandatanganan MoU dengan PPATK Ahok sudah berbicara banyak kepada wartawan.

Ditanya mengenai masalah aksi koboi sang Camat, Djarot langsung meminta izin kepada Ahok untuk menjelaskannya kepada wartawan.

"Tadi kan saya ke wilayah sana Pak gubernur untuk melihat di Muara Angke, itu kan camat Penjaringan katanya. Tadi dia tidak mendampingi saya, tapi lagi melakukan pendampingan di Waduk Priuk," ungkap Djarot, Rabu (21/1/2015).

Karena Djarot tidak bertemu dengan Camat Penjaringan yang diisukan melakukan aksi penodongan terhadap warga dengan menggunakan air softgun, ia berencana akan memanggilnya untuk memberikan penjelasan.

"Perlu kita undang, kita panggil, apa betul dia mengancam, nakut-nakutin warga?" ucap mantan Wali Kota Blitar ini.

Pada saat Djarot menjelaskan hal tersebut, tiba-tiba Ahok pun melempar sebuah candaan kepada Djarot.

"Saya kira tadi Pak Wagub lagi ditodong jangan banyak omong Djarot," ujar Ahok yang membuat orang yang mendengarnya tertawa.

Ditegaskan Ahok dirinya tidak akan mentoleransi pejabat DKI yang bersikap arogan. Bila terbukti sang camat menodong warga meskipun dengan air softgun maka akan dicopot dari jabatannya.

"Makanya hari ini dipanggil oleh Sekda, akan dibuat berita acara seperti apa. Kalo terbukti maka langsung distafkan. Besok penggantinya kita lantik," ungkap Ahok.

Penulis: z--
Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved