Breaking News:

Tips Sehat

Inilah Masalah Kesuburan Pria dan Wanita

Gangguan kesuburan melanda sejumlah kalangan, baik pria dan wanita mempunyai kemungkinan mengalaminya.

Penulis: Dody Hasanuddin | Editor: Dian Anditya Mutiara
shutterstock
Ilustrasi 

WARTA KOTA - Gangguan kesuburan melanda sejumlah kalangan, baik pria dan wanita mempunyai kemungkinan mengalaminya.

Data Biro Pusat Statistik (BPS), tahun 2008, menyebutkan, data populasi di Indonesia tercatat 39,8 juta adalah wanita usia produktif. Dari jumlah itu, 10-15 persen atau sekitar 4 juta perempuan mengalami gangguan kesuburan.

Konsultan Fertility Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI)-RSCM, Dr dr Budi Wiweko SpOG (K) menjelaskan, gangguan kesuburan umumnya terjadi pada wanita adalah sumbatan saluran telur sebesar 35 persen kemudian gangguan pematangan telur 15 persen, dan unexplained 10 persen.

Faktor lainnya, kata dia, adalah kista coklat ataupun gangguan rahim. "Gangguan kesuburan merupakan kegagalan satu pasangan untuk mendapatkan kehamilan setelah berhubungan seksual yang benar selama satu tahun tanpa memakai alat kontrasepsi. Jika ini terjadi, segera ke dokter," katanya, dalam diskusi Mengatasi Masalah Gangguan Kesuburan dengan Pilihan Cerdas di Jakarta, beberapa waktu yang lalu.

Budi menyatakan, penyebab masalah gangguan kesuburan wanita lainnya adalah stres. "Stres tercatat menyumbangkan gangguan kesuburan antara 15-20 persen. Stres itu menyebabkan gangguan ovulasi, gangguan spermatogenesis, spasme tuba fallopi, dan menurunnya frekuensi hubungan seksual suami dengan istri," katanya.

Budi menjelaskan, gangguan kesuburan wanita terjadi karena adanya sumbatan saluran telur terjadi karena adanya pelengketan saluran telur, yang diakibatkan karena Infeksi Menular Seksual (IMS). "IMS terjadi karena melakukan hubungan seksual terhadap pasangan yang terkena Penyakit Seksual Menular (PSM). Selain itu, juga disebabkan radang panggul, sehingga menghambat pertemuan sel telur dengan sperma," katanya.

Penyebab lain masalah kesuburan wanita adalah endometriosis. Endometriosis adalah sel selaput lendir rahim yang tumbuh di indung telur. Hal ini dapat menimbulkan perlengketan pada sekitar saluran telur atau pada organ reproduksi.

Selanjutnya, kelainan lendir leher rahim yang pekat. Hal ini menghambat laju sperma. Kemudian, berat badan tidak seimbang atau kurus.

Lemak tubuh yang mengandung enzim aromatase dibutuhkan untuk memroduksi hormon estrogen. Sebanyak 17 persen lemak dibutuhkan diawal siklus haid dan 22 persen sepanjang haid.

Selanjutnya, faktor umur. Perempuan di atas 35 tahun, kesuburannya menurun.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved