Selasa, 7 April 2026

Perampokan

Buru Perampok Nasabah BNI, Polisi Periksa Tiga Saksi

Aparat Polresta Bekasi Kota hingga Kamis (15/1/2015) masih memburu tersangka pelaku kasus perampokan nasabah BNI.

Penulis: | Editor: Lucky Oktaviano

WARTA KOTA, BEKASI - Aparat Polresta Bekasi Kota hingga Kamis (15/1/2015) masih memburu tersangka pelaku kasus perampokan nasabah BNI yang terjadi di Jalan Dewi Sartika, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Rabu (14/1/2015) lalu.

Penyidik meminta keterangan dari sejumlah saksi terkait aksi kawanan perampok bersenjata tajam tersebut, termasuk petugas sekuriti di Bank BNI Jalan Juanda, Bekasi Timur.

"Ada satu orang petugas sekuriti bank yang dimintai keterangan. Itu untuk mendalami keterangan korban terkait adanya seseorang yang mencurigakan saat korban di bank tersebut," ujar Kasubag Humas Polresta Bekasi Kota, AKP Siswo, Kamis.

Selain meminta keterangan saksi dari petugas sekuriti, kata Siswo, penyidik juga memintak keterangan dari dua orang saksi yang berada di dekat lokasi kejadian.

"Keterangan saksi di lokasi kejadian untuk mempertajam ciri-ciri komplotan perampok itu, dan kendaraan yang digunakan," imbuhnya.

Bukan Geng Motor

Meski penyidikan kasus ini belum terang benar, namun Siswo meyakini bahwa komplotan perampok bersenjata tajam tersebut bukan bagian dari geng motor.

Alasannya, kata dia, dilihat dari modus yang dilakukan komplotan itu berbeda dari umumnya modus geng motor.

"Modusnya kan beda, kalau kasus ini sepertinya sudah terorganisir, ada yang mengamati korban, ada yang mengeksekusi," bebernya.

Seperti diberitakan, Triyanto (29), nasabah Bank BNI, menjadi korban perampokan di Jalan Dewi Sartika RT3/7 Kelurahan Margahayu, Bekasi Timur Kota Bekasi, Rabu (14/1) sekitar pukul 15.00.

Bungsu dari tiga bersaudara itu menderita luka bacok di lengan kirinya. Dia harus menerima 17 jahitan saat mendapatkan perawatan medis di RS Bella, Jalan Juanda, Bekasi Timur.

Dia mengaku menyesal tak menuruti nasehat ibunya, Ngaisah (50-an), untuk tidak mengambil uang cash dari Bank BNI Jalan Juanda, Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Triyanto menyebut, uang tunai Rp100 juta di dalam tas yang dibawa kabur perampok itu adalah uang dari rekening pribadi. "Itu uang baru ditransfer kakak di Bogor. Dulu kakak meminjam, itu baru dibalikin," terangnya.

Rencananya, kata dia, uang tunai Rp100 juta itu hendak disetorkan kembali ke Bank Danamon. "Duitnya mau dipindahin ke Danamaon. Soalnya rekening yang di Danamon kosong," bebernya.

Triyanto mengakui, hanya ada satu sepeda motor berpenumpang dua orang yang memepet dirinya. Namun dia mencurigai, komplotan perampok itu lebih dari dua orang.

Setelah kejadian itu, dia baru ingat, ada seseorang berperawakan kurus, berpostur kecil dan mengenakan baju hitam yang selalu memperhatikan dirinya saat tengah berada di Bank BNI Jalan Juanda, Bekasi Timur.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved