Rabu, 8 April 2026

Pelayanan

Transjakarta Akan Gunakan Sistem Operasional Center

Direktur SDM PT TransJakarta, Sri kuncoro mengatakan, persoalan utama dalam meningkatkan pelayanan adalah mengubah sistem.

WARTA KOTA, GAMBIR - Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) PT TransJakarta, Sri kuncoro mengatakan, persoalan utama dalam meningkatkan pelayanan Transjakarta Busway itu adalah merubah sistem. Sistem saat ini masih ada pergesekan antara operator dan pengelola bus Transjakarta.

Sehingga, saat ini berbagai permaalahan timbul seperti headway (jarak antar-bus) yang tidak sesuai dengan target yaitu dibawah 5 menit tidak tercapai. Selain itu, sterilisasi jalur busway yang belum tegas dari aparat penegak hukum dan pasokan Bahan Bakar Gas (BBG) yang belum memadai.

"Sistem pertama yang akan dikerjakan dalam waktu dekat adalah sistem memonitor operasional dalam satu ruangan atau bisa disebut Operasional Center (OC). Nantinya, pemberangkatan bus disetiap koridor akan terpantau dari satu ruangan dan berjalan satu komando. Dengan begitu, tidak ada lagi keterlambatan Head Way," kata pria yang sudah 30 tahun bekerja di PT Kereta Api Indonesia (KAI) itu di Gedung Sarinah, Jakarta Pusat, Kamis (15/1/2015).

Sistem kedua, kata Sri Kuncoro, adalah merubah Standar Pelayanan Minimal (SPM) antara operator dan pengelola. Salah satunya yakni sanksi pinalti terhadap armada operator yang mengalami keterlambatan datang menjemput penumpang dan armada yang mengalami mogok serta terbakar.

"Sanksi tersebut bisa berupa membayar perkilometer kepada para operator yang terkena dampaknya, pemberhentian operasi," ujar Sri Kuncoro.

Sementara untuk permasalahan sterilisasi jalur, kata Kuncoro pihaknya akan bekerjasama dengan pihak kepolisian. Baik menggunakan kamera Circuit Closed Television (CCTV) dan meminjam anggota dari Kepolisian Sektor untuk menjaga jalur. Nantinya para anggota tersebut akan dibayar oleh PT TransJakarta.

"Jadi saya kepengen operator jelas dengan kita. Operator sangat kami butuhkan. SPM harus mutlak dan haram kalau mogok," kata Sri Kuncoro.

Saat ini jumlah halte bus Transjakarta sendiri ada 218 buah. Rencananya akan ada 1 sampai 3 CCTV di setiap halte. Prioritas untuk halte yang dipasang CCTV adalah halte yang strategis dimana tempat perpindahan penumpang.

"Untuk CCTV yang memantau jalur bus Transjakarta sudah mulai dan hampir 300an nanti akan dipasang," ujar Sri Kuncoro.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved