Percuma, Tarif Angkot Depok Turun 10 Persen
Penumpang menilai percuma saja tarif angkot Depok turun 10 persen karena di lapangan sopir biasanya membulatkan tarif keatas.
Penulis: Budi Sam Law Malau |
WARTA KOTA, DEPOK-Rencananya turunnya tarif angkutan umum di Kota Depok sebesar 10 perseN akibat turunnya harga BBM 1 januri 2015 lalu, dianggap oleh Riky (30) tidak akan terlalu mempengaruhi bagi dirinya yang setiap hari naik angkot D 06 jurusan Pasar Cisalak-Terminal Depok.
Menurut warga Cisalak yang bekerja di salah satu pertokoan tak jauh dari Terminal Depok di Jalan Margonda, setelah kenaikan tarif angkot akibat kenaikan BBM, maka tarif angkot D 06 yang biasa ditumpanginya menjadi Rp 5.000 dari sebelumnya Rp 4.000.
Jika sudah ditetapkan tarif angkot turun 10 persen, maka tarif angkot D 06 yang Rp 5.000 diperkirakan menjadi Rp 4.500.
"Kalau gak ada uang pas Rp 4.500, dan bayar pakai uang Rp 5.000 atau Rp 10.000, saya yakin gak dikembaliin sama sopir. Alasannya pasti gak ada gope-an," kata Riky.
Hal itu, kata Riky, biasa terjadi pada beberapa rekannya ketika naik angkot dengan jurusan lain yang tarifnya ditetapkan ganjil atau pecahan semisal Rp 4.500 atau Rp 6.500.
"Temen-temen yang naik jurusan lain sih sudah ngerasain begitu. Saya pikir, saya akan juga ngerasain nih," katanya.
Namun kata Riky hal itu tidak akan dipermasalahkannya.
"Namanya juga sopir angkot. Rp 500 lumayan berarti bagi mereka," katanya.
Karenanya bagi Riky, besaran penurunan tarif angkot 10 persen, diprediksi tidak berpengaruh apa-apa.
"Biarpun ditetapin turun, kalau untuk jurusan saya, kayaknya menjadi tetap kalau sopir bilang gak ada kembalian," katanya.