Warga Tolak Izin Lingkungan Cinere Terrace Suites

Ratusan warga di sekitar Apartemen Cinere Terrace Suites menolak memberi izin lingkungan untuk diterbitkannya surat Amdal.

Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Ilustrasi : Satpol PP Depok menyegel proyek bangunan showroom mobil mewah Ford di Jalan Margonda, Depok, Rabu (5/11/2014), karena tak memiliki IMB. 

WARTA KOTA, DEPOK - Ratusan warga yang bermukim di sekitar lokasi proyek pembangunan Apartemen Cinere Terrace Suites di Jalan Merawan, Cinere, Kota Depok, menolak keras memberi izin lingkungan untuk diterbitkannya surat analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) sebagai syarat dilanjutkannya kembali pembangunan apartemen tersebut.

Alasannya warga merasa pihak pengembang yakni PT Megapolitan Developments tidak terbuka kepada mereka dalam hal sosialisasi pembangunan apartemen untuk mendapatkan ijin lingkungan dari warga guna keperluan Amdal.

Akibatnya warga sekitar menjadi tidak tahu dampak buruk apa yang bisa mereka dapatkan, akibat pembangunan apartemen tersebut dan bagaimana cara pihak pengembang mengurangi dan meminimalkan dampak tersebut dengan teknologi yang ada.

"Jadi sebagian besar warga terdampak di sekitar lokasi proyek apartemen Cinere Terrace Suites menolak memberi ijin lingkungan untuk Amdalnya. Sebab pihak pengembang selama ini terkesan diam-diam untuk mendapatkan tandatangan dari warga tertentu saja," kata Peter (40) warga RT 03/04, Kelurahan Pangkalan Jati, Cinere, Depok kepada Warta Kota, Selasa (13/1/2015).

Rumah Peter hanya berjarak dalam radius sekitar 200 meter dari proyek Apartemen Cinere Terrace Suites.
Peter ditunjuk warga mewakili mereka dalam negosiasi ini dengan pihak pengembang.

Menurut Peter, sejak awal tampak jelasa ada niat tidak baik dari pengembang dalam pengerjaan apartemen ini. Bahkan mereka mulai mengerjakannya tanpa memiliki IMB. Karenanya proyek pembangunan dihentikan dan disegel Satpol PP Depok, sejak Oktober 2014 lalu.

Peter menuturkan, PT Megapolitan sebelumnya juga membangun Cinere Bellevue Mal and Apartements (CBM) atau Urbana Cinere di lokasi yang bersebelahan dengan lokasi rencana proyek Apartemen Cinere Terrace Suites.
Pembangunan CBM dimulai tahun 2012 dan rampung akhir tahun 2014.

Menurut Peter, penerbitan amdal pembangunan CBM juga tidak terbuka kepada semua warga. Ijin Amdal hanya mengandalkan tanda tangan sekitar 20 warga yang dianggap mereka mewakili.

"Akibatnya pembangunan itu membuat belasan rumah warga di RT 2/4, Pangkalan Jati, Cinere, Depok rusak dan 5 rumah diantaranya rusak berat. Kami tak mau ini terjadi lagi dalam pembangunan Cinere Terrace Suites," kata Peter yang merupakan mantan staf ahli di DPR RI itu.

Bahkan kata Peter, tiga kali janji pengembang untuk memberi ganti rugi kepada pemillik rumah yang rusak tak ditepati pengembang.

Peter menjelaskan, sekitar 900 KK, warga RW 04 dan RW 05 Pangkalan Jati, Cinere, Depok serta warga RW 06 Pondok Labu, Jakarta Selatan, yang merupakan warga terdampak dan rumahnya paling dekat dengan lokasi proyek Apartemen Cinere Terrace Suites sebanyak dipastikan menolak memberikan ijin Amdal untuk proyek apartemen tersebut.

"Jadi jika izin Amdalnya tiba-tiba terbit lalu IMB nya juga terbit dan pembangunan dilanjutkan, maka ada yang tidak beres dan ada pihak yang bermain curang dalam hal ini. Untuk itu warga akan melakukan sesuatu sesuai dengan prosedur hukum untuk membatalkannya," kata Peter.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved