Siswi SMK Depok Dijual Jadi PSK Jalani Visum

RA (16), siswi salah satu SMK swasta di Depok, terjerumus dalam praktik prostitusi berkedok kafe hari ini menjalani visum.

Siswi SMK Depok Dijual Jadi PSK Jalani Visum
Tribunnews.com
Ilustrasi 

WARTA KOTA, DEPOK— RA (16), siswi  salah satu SMK swasta di Depok,  terjerumus dalam praktik prostitusi berkedok kafe atas ajakan rekan sekelasnya Des (15). Dia menjalani visum di RS Polri, Sukanto, Kramatjati, Selasa (13/1/2015) ini.

Hasil visum akan dijadikan aparat sebagai alat bukti untuk membekuk mucikari yang menjual RA dan Des atau mempekerjakaannya sebagai pekerja seks komersil (PSK) bagi para pria hidung belang.

Hal tersebut dikatakan Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Depok, Inspektur Satu Elly Padiansari, kepada Warta Kota, Selasa (13/1/2015).

"Korban yakni RA baru kami visum hari ini. Setelah itu akan ada koordinasi lebih lanjut untuk membekuk pelaku," kata Elly.
Menurut Elly, hasil visum menjadi alat bukti tambahan yang menguatkan dugaan adanya perdagangan anak dibawah umur yang dilakukan mucikari dengan menjadikan mereka, sebagai PSK.

"Karena TKP nya diduga di Jakarta, maka akan ada kordinasi antara kami dengan pihak aparat terkait," ujar Elly. Sebelumnya RA bersama rekannya Des, digiring oleh ayah RA, Ags, ke Mapolresta Depok, Sabtu (10/1/2015) malam.

Kepada penyidik kepolisian, Ags meminta RA dan Des menjelaskan bagaimana mereka bisa menjadi PSK dengan kedok menjadi pelayan kafe oleh mucikari atau germo mereka.

Informasi awal diketahui bahwa mucikari yang memperkerjakan mereka adalah seorang perempuan paruh baya yang biasa mereka sapa 'mami'.
Awalnya RA mengaku dipekerjakan sebagai pelayan kafe di kawasan Lenteng Agung sejak beberapa bulan lalu oleh mami. Namun ujung-ujungnya RA ditawari untuk menemani pria hidung belang.

Atas dasar motif ekonomi, RA tak menolak. Sekali kencan dengan pria hidung belang, tarif mereka adalah Rp 500.000. Dari bayaran itu, mereka menerima bersih Rp 300.000, sementara Rp 200.000 menjadi bagian sang mucikari.

Menurut RA dan Des, mami yang mereka maksud tinggal atau membuka kafe di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan. "Namun ini masih harus dipastikan dan didalami lagi. Sebab keterangan mereka ada beberapa yang tidak sinkron," kata Elly.

Kapolresta Depok, Kombes Ahmad Subarkah memastikan pihaknya akan menindaklanjuti kasus ini dan sudah menginstruksikan Unit PPA Polresta Depok berkoordinasi dengan Unit PPA di wilayah Polda lainnya untuk membekuk mucikari yang mempekerjakan dan menjual siswi SMK tersebut ke para pria hidung belang.

Sebab, kata Ahmad, tidak menutup kemungkinan banyak anak dibawah umur yang dijadikan PSK oleh sang mami. "Unit PPA kami masih berkoordinasi dengan Unit PPA Polres Jakarta Selatan dan Unit PPA lainnya serta Polda Metro untuk mengungkap ini," kata Ahmad.
Ia menuturkan sejak awal pihaknya tidak pernah menghentikan kasus ini.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved