Breaking News:

Kontraktor Pelaksana Betonisasi Mangkir

Kontraktor betonisasi ruas jalan di Cinere mangkir dari panggilan DPRD Kota Depok.

Warta Kota/Budi Sam Law
Sejumlah pengendara motor harus kembali memutar setelah memastikan Jalan Jati Raya Timur, Pangkalan Jati, Cinere ditutup mulai Selasa (16/12/2014). 

WARTA KOTA, DEPOK-Selain memanggil Dinas Bimasda Kota Depok terkait dugaan penyimpangan betonisasi ruas jalan di Cinere, Fraksi PDIP DPRD Kota Depok juga memanggil kontraktor pelaksana betonisasi jalan secara bersamaan, Senin (12/1/2015).

Jika Dinas Bimasda Depok memenuhi panggilan dengan diwakili oleh Kepala Bidang Jembatan dan Jalan, Hardiman, maka kontraktor pelaksana betonisasi jalan, mangkir dari panggilan DPRD Depok.

"Pihak kontraktor pelaksana betonisasi mangkir. Hanya Dinas Bimasda yang datang. Kami belum putuskan masihkah perlu memanggil kontraktor setelah mendengar keterangan Dinas Bimasda," kata Sahat Farida Berlian, anggota Fraksi PDIP DPRD Depok, kepada Warta Kota, Senin (12/1/2014).

Sahat mengatakan pihaknya kini fokus menunggu data dan bukti penguat dari keterangan Dinas Bimasda Depok ke pihaknya, Siang tadi. Menurut Sahat dalam keterangannya Dinas Bimasda Kota Depok mengakui bahwa betonisasi sebagian ruas jalan di Jalan Jati Raya Timur, Pangkalan Jati, Cinere, memang di lakukan di ruas jalan yang sudah melewati patok batas wilayah Kota Depok.

"Walau melewati patok batas, mereka beranggapan yang dibeton itu masih wilayah Depok. Aneh tapi nyata," kata Sahat.

Menurut Sahat, pihaknya tidak serta merta percaya dan meminta Dinas Bimasda Depok menyertakan bukti tertulis tentang koordinat wilayah perbatasan yang menyatakan sebagian ruas jalan itu masuk wilayah Depok.

"Apa dasarnya mereka menyatakan itu wilayah Depok? Untuk itu kami minta bukti dan data penguatnya," kata Sahat.

Sahat mengatakan secara pribadi apa yang dituturkan Dinas Bimasda Kota Depok yakni bahwa sebagian ruas jalan memang melewati patok batas tetapi masih wilayah Kota Depok, adalah sangat janggal.

"Kok sudah melewati batas patok, tapi masih wilayahnya juga?. Buatku sih ini janggal. Makanya mereka harus mempertanggungjawabkan, dari mana sumber yang menyatakan jika ruas jalan yang dimaksud itu masih wilayah Depok," kata Sahat.

Menurut Sahat, Dinas Bimasda Depok berjanji menyerahkan bukti tertulisnya dalam beberapa hari ke depan. "Kita tunggu saja, apa dasar mereka atas hal ini," katanya

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved