Breaking News:

Betonisasi

DPRD Depok Anggap Keterangan Bimasda Janggal

Fraksi PDIP DPRD Depok telah memintai keterangan Dinas Bimasda yang diwakili Kepala Bidang Jembatan dan Jalan, Hardiman, Senin.

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Hertanto Soebijoto
Kompas.com
Ilustrasi : Proses betonisasi. 

WARTA KOTA, DEPOK - Terkait dugaan penyimpangan betonisasi Jalan Punak dan Jalan Jati Raya Timur di Cinere, Depok oleh Dinas Bina Marga Sumber Daya Air (Bimasda) Kota Depok, Fraksi PDIP DPRD Depok telah memintai keterangan dari Dinas Bimasda Kota Depok yang diwakili Kepala Bidang Jembatan dan Jalan, Hardiman, Senin (12/1/2015).

Atas sejumlah keterangan dari Bimasda itu, DPRD Depok menilai ada beberapa hal yang dinilai janggal dan mencurigakan.

Hal itu dikatakan Anggota Fraksi PDIP DPRD Depok, Sahat Farida Berlian boru Saragih, kepada Warta Kota, Selasa (13/1/2015). Di antaranya kata Sahat, mengenai betonisasi di Jalan Jati Raya Timur dimana menurut laporan warga ada sebagian ruas jalan yang masuk wilayah DKI, tetapi juga ikut dibeton Bimasda Depok.

"Mereka mengakui ada jalan yang dibeton dimana lokasinya sudah melewati patok batas wilayah. Namun mereka yakin itu masih wilayah Depok. Sudah lewat tapal batas tapi kok masih masuk wilayah Depok? Aneh tapi nyata. Ini sangat janggal," papar Sahat.

Karenanya Sahat meminta Dinas Bimasda Depok melengkapi argumennya dengan data konkrit berupa batas wilayah Depok di sana termasuk titik koordinat pastinya dan acuan dasar batas wilayah yang dipakai antara mereka Pemkot Depok dan Pemkot Jaksel.

"Kami minta pekan ini, dalam dua hari ke depan harus ada data penguat argumen mereka. Jika tidak maka dipertanyakan kebenarannya," ujar Sahat.

Kejanggalan lain, katanya, terdapat pada uraian besaran anggaran dana proyek betonisasi Jalan Punak dan Jalan Jati Raya Timur, yang tidak sesuai dengan dokumen yang dimiliki warga. Dokumen warga didapat warga dari kontraktor pelaksana proyek dan surat sosialisasi.

"Ini akan dikroscek ke kontraktor pelaksananya. Dengan kata lain, kami akan lakukan audit kecil-kecilan," kata Sahat.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved