Siswi SMK Depok Dijual Teman Sekelas Jadi Pelacur

Dia sepertinya dijual sama teman sekelasnya sesama siswi SMK yang sudah lebih dulu kerja di kafe jadi PSK."

Siswi SMK Depok Dijual Teman Sekelas Jadi Pelacur
Tribunnews.com
Ilustrasi 

WARTA KOTA, DEPOK-- Keluarga RA (16), siswi SMK yang menerima tawaran rekannya Des (15) menjadi pekerja seks komersil (PSK), menduga RA lebih dari dua kali melayani pria hidung belang.

Sebelumnya di depan SPK Polres Depok, RA mengaku baru dua kali melayani hidung belang dengan bayaran Rp 500.000 untuk sekali kencan.
"Sudah sekitar 3 bulan lebih, anak saya bertingkah aneh dan sering pulang agak malam. Kami duga ia lebih dari yang dikatakannya melayani hidung belang," kata Ags, ayah RA di Mapolsekta Depok, Minggu (11/1/2014).

Untuk membuat anaknya itu jera dan tidak mengulangi kembali perbuatannya, Ags lalu memaksa anaknya menceritakan semua yang terjadi padanya ke polisi.

"Dia sepertinya dijual sama teman sekelasnya yang sudah lebih dulu kerja di kafe jadi PSK. Supaya anak saya gak berbuat itu lagi dan jera, makanya saya ajak dia lapor ke polisi," kata Ags.

Ags, mengatakan ia mengetahui putrinya menjalani praktek prostitusi setelah seorang teman pria anaknya itu mengadukannya kepadanya.

Menurut Ags, dari keterangan teman pria anaknya, R telah ditipu rekan satu sekolahnya yang menjanjikan pekerjaan di kafe di Jakarta Selatan.
"Informasi teman pria anak saya di kafe itu, anak saya justru disuruh melayani nafsu bejat pria hidung belang. Menurut dia, anak saya sudah ditipu teman satu kelasnya," kata Ags.

Ags yang bekerja sebagai sopir angkot lalu menanyai anaknya R mengenai informasi yang didapat dari rekan lelaki R. "Anak saya sempat membantah. Dia bilang di bekerja jadi pelayan dan bartender di kafe itu. Tapi akhirnya dia mengaku kalau di sana melayani hidung belang. Dia sudah ditipu temannya yang menjual anak saya ke germo di kafe itu," papar Ags sedih.

Menutut Ags, dari keterangan anaknya, ia dibayar Rp 500.000 untuk sekali kencan dengan pria hidung belang.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskim Polresta Depok, Inspektur Satu Elly Padiansari mengatakan dari hasil pemeriksaan pihaknya tidak ada jual beli siswa untuk dijadikan PSK dalam hal ini.

"Dari keterangan mereka diketahui Des ini bukan menjual, tapi menawarkan ke RA. Dan yang bersangkutan mau saat ditawarkan. RA juga sudah mengakui itu," kata Elly kepada Warta Kota, Minggu (11/2/2015).

Karenanya kata Elly dipastikan tidak ada iming-iming atau penjualan yang dilakukan rekan sekelas RA, yakni Des untuk menjadikan RA sebagai PSK.

"Jadi anak itu yakni RA memang mau bekerja seperti itu. Anak itu yang berangkat ke sana dan tidak diiming-imingi apapun. Motifnya faktor ekonomi," kata Elly.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved