Lelang Jabatan

Sekda DKI: Kalau Ada Percaloan, Laporkan dan Tangkap

Dalam proses lelang jabatan di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diduga terdapat suatu praktek percaloan.

Sekda DKI: Kalau Ada Percaloan, Laporkan dan Tangkap
Wartakotalive.com/Nicola Manafe
Ilustrasi : Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo memberikan pengarahan kepada para kepala sekolah dan kepala puskesmas hasil lelang jabatan, Rabu (19/3/2014). 

WARTA KOTA, GAMBIR - Dalam proses seleksi dan promosi terbuka atau kerap disebut lelang jabata di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diduga terdapat suatu praktek percaloan. Oleh sebab itu, Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah menginstruksikan aparat dibawahnya untuk menangkap oknum yang bermain curang dalam seleksi tersebut.

"Saya ngga tahu ada jual beli soal itu. Kalau ada yang tahu diinformasikan ke saya dan akan kita tangkap. Kami akan menelusurin laporan itu kalau memang benar adanya," kata Saefullah saat dihubungi di Balai Kota DKI, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (10/1/2015).

Mantan Wali Kota Jakarta Pusat itu yakin bahwa dalam proses seleksi terbuka itu tidak ada kecurangan. Namun, dia tidak memungkiri kalau ribuan pejabat PNS DKI melakukan belajar bersama di beberapa diklat-diklat.

"Memang pada saat itu digulirkan akan ada assegment tes, orang-orang berbondong-bondong mendatangi tempat-tempat kaya diklat-diklat.Dimana-mana ada tempat seperti itu, dia datangi dan belajar. Apakah itu salah ?" tanya dia.

Apalagi, kata dia, sebagai panitia Badan Pertimbangan Jabatan (Baperjab) nama-nama untuk pejabat eselon II sekelas Kepala Dinas diketahui dan disetujui oleh Gubernur DKI Jakarta. Setelah pejabat terpilih, disuruh untuk kordinasikan pejabat eselon III dibawahnya atau Kepala Bidang yang cocok.

"Kemudian eselon III tunjul eselon IVnya. Mereka adalah tim kerja, kalau memang ngga beres akan dibongkar lagi," ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, perombakan massal yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta lewat seleksi dan promosi terbuka atau lelang terbuka malah dijadikan beberapa oknum sebagai ajang korupsi. Hal ini dikarenakan masih terdapat jual beli soal dalam proses seleksi dan terbuka.

Sumber Warta Kota di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DKI Jakarta mengutarakan keluh kesahnya. Rasa kekecewaan terhadap program unggulan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) malah dicoreng oleh oknum tertentu.

"Lelang jabatan yang diadakan Gubernur Ahok, kita senang dan kita dukung. Yang mana tujuannya untuk membersihkan dan mengurangi pejabat yang kotor dan korup," katanya.

Dia mengatakan proses lelang jabatan seharus dijadikan pegawai lebih berkualitas dalam meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat. Namun, program itu malah dijadikan ajang perjualbeliaan jabatan.

Halaman
12
Penulis:
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved