Kemenperin Desak PLN Gunakan Produk Dalam Negeri

Menko Kemaritiman Indroyono Soesilo menekankan pentingnya PLN memberikan kesempatan kepada industri dalam negeri untuk belajar.

Penulis: | Editor: Andy Pribadi
KONTAN/MURADI
Ilustrasi. 

WARTA KOTA, PALMERAH - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendesak Perusahaan
Listrik Negara (PLN) mengoptimalkan penggunaan produksi dalam negeri dalam rangka mewujudkan rencana pembangunan pembangkit listrik sebesar 3.500 MW di seluruh Indonesia.

"Bahkan Bapak Menko Kemaritiman Indroyono Soesilo menekankan pentingnya PLN memberikan kesempatan kepada industri dalam negeri untuk belajar. Tentu, ada batas waktunya,"ujar Teddy C Sianturi, Direktur Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian, Kementerian Perindustrian  di Jakarta, Jumat (9/1).

Sehari sebelumnya, pemerintah menggelar rapat gabungan untuk peningkatan kandungan lokal pembangunan listrik nasional untuk tercapainya target program 3.500 MW pada 2019.

Menurut Teddy, dalam rapat tersebut, hadir pula sejumlah pejabat lain, antara lain, Menko Perekonomian Sofyan Djalil; Menteri Perindustrian Saleh Husin; Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago; Menteri Keuangan Bambang
PS Brodjonegoro, termasuk  pejabat dari PLN dan instansi terkait lainnya.

Dikatakan, untuk mewujudkan pembangunan pembangkit listrik nasional semasa pemerintahan Jokowi-JK, PLN diserahkan tanggung jawab untuk menyelesaikan proyek listrik sebesar 1.500 MW; sementara pihak swasta diberi kesempatan untuk menggarap proyek listrik sebesar 1.300 MW.

Dalam kesempatan itu, rapat juga menyetujui revisi target program, dari 3.500 MW menjadi 2.800 MW. Pasalnya, proyek listrik 700 MW sudah dikerjakan oleh pemerintahan sebelumnya.

Teddy juga menyatakan salut kepada pemerintahan Jokowi-JK karena seluruh kementerian memiliki bahasa yang sama dalam masalah penggunaan produksi dalam negeri.

"Rapat itu semuanya membahas bagaimana mengupayakan penggunaan local content secara maksimal untuk menyukseskan proyek listrik nasional. Momentum ini harus dimanfaatkan untuk memajukan industri dalam negeri,"ujarnya.

Untuk itu, Kementerian Perindustrian akan menyiapkan industri dalam negeri agar siap memanfaatkan peluang tersebut, mulai dari  rancang bangun, proses produksi yang andal hingga standarisasi komponen.

"Menteri Perindustrian juga mengusulkan agar proyek listrik 35 MW ke bawah sebaiknya jangan diserahkan kepada asing. Harus dikerjakan di dalam negeri secara maksimal,"ujar Teddy.

Hingga kini, industri barang modal dalam negeri telah mampu memproduksi untuk pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, antara lain, Turbin dengan kapasitas hingga 27 MW; Generator dengan kapasitas hingga 10 MW; Boiler (kapasitas hingga 660 MW); Transformator (kapasitas hingga 550 kVA) dan sebagainya.

Disamping masalah local content, pembangunan proyek listrik 3.500 MW membutuhkan investasi yang sangat besar. Salah seorang bankir bank plat merah menyatakan, pembangunan pembangkit
listrik membutuhkan biaya biaya sekitar Rp 20 miliar per MW. Dengan demikian, dana yang harus disediakan untuk merealisasikan rencana pemerintah butuh investasi sekitar Rp 700 triliun. (Herry Sinamarata)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved