Pembangunan Apartemen Cinere Dilanjutkan

Sambil mengurus perizinan, proyek pembangunan Apartemen Cinere Terrace Suites yang sempat disegel Satpol PP Kota Depok, Oktober 2014 dilanjutkan.

Warta Kota/Budi Sam Law
Sejumlah pengendara motor harus kembali memutar setelah memastikan Jalan Jati Raya Timur, Pangkalan Jati, Cinere ditutup mulai Selasa (16/12/2014). 

WARTA KOTA, DEPOK-Pembangunan Apartemen Cinere Terrace Suites yang disegel Satpol PP Kota Depok, Oktober 2014 lalu karena tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) termasuk Izin Amdalnya, sampai saat ini masih terus berlangsung dan menunggu proses perizinan IMB dan Amdal rampung.Legal Corporate Megapolitan Group, Jeremia Napitupulu, selaku pegembang Apartemen Cinere Terrace Suites, mengatakan proses perizinan memang masih dalam proses.

Menurut Jeremia, proses berjalan baik dan tidak menemui kendala terutama dalam perizinan Amdal yang mesti mendapatkan persetujuan dan pengertian warga sekitar.

"Kami menyerahkan proses penyusunan Amdal nya ke BLH Depok. Sampai saat ini masih dalam proses dan sudah berjalan dengan baik," kata Jeremia kepada Warta Kota, Rabu (7/1/2015).

Jeremia menegaskan proses perizinan Amdal berupa sosialisasi kepada warga sekitar telah dilakukan oleh Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Depok secara intensif.

Karenanya, kata Jeremia jika ada warga terdampak yang merasa tidak dilibatkan dalam penyusunan dan proses izin Amdal ini agar bisa menghubungi BLH Kota Depok.

"Sebab kami menyerahkan soal sosialisasi Amdal ini ke BLH Depok. Warga yang merasa tidak dilibatkan bisa menghubungi BLH Depok," katanya.

Seperti diketahui puluhan warga RT 3/4, Kelurahan Pangkalan Jati, Cinere, yang mengaku warga terdampak akibat proyek apartemen Cinere Terrace Suites mendatangi Kantor BLH Kota Depok, Rabu pagi. Mereka merasa tidak dilibatkan proses permohonan ijin Amdal apartemen tersebut oleh BLH Depok.

Peter (40) salah seorang warga mengatakan kedatangan mereka ke BLH Depok, Rabu ini bertepatan dengan rapat penyusunan Amdal Apartemen Cinere Terrace Suites di Kantor BLH Depok di Gedung Dibaleka Depok, di Jalan Margonda Raya.
Menurut Peter dalam rapat itu, BLH Depok juga mengundang perwakilan warga dari setiap RT.

Namun kata Peter, warga RT 3/4, Kelurahan Pangakalan Jati, Kecamatan Cinere, Depok yang juga merupakan warga terdampak atas pembangunan proyek apartemen itu, tidak diundang dan sengaja tidak diikutsertakan.

Sebab kata Peter, selama ini merekalah yang kerap menentang dan memprotes pembangunan proyek Apartemen CTS itu. Alasannya, proyek pembangunan itu mulai dilakukan Megapolitan Group tanpa adanya Amdal dan bahkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
Belakangan, akhirnya proyek Apartemen CTS tersebut disegel Satpol PP Depok, karena tak memiliki IMB dan Amdal yang merupakan persyaratan mendapatkan IMB.

"Karena itulah, mereka mengalihkan undangan yang seharusnya untuk kami yang merupakan warga terdampak, ke warga lain yang belum tentu terdampak," kata Peter, kepada Warta Kota, Rabu (7/1/2015).

Peter mengatakan pihaknya akan mempertanyakan proses permohonan Amdal apartemen CTS tersebut ke BLH Depok, serta mempertanyakan pula mengapa warga RT 3/4, Pangakalan Jati, Cinere sepertinya disingkirkan dan tidak dilibatkan dalam proses permohonan amdal tersebut.

"Kami akan minta dibuatkan berita acaranya karena kami tidak disertakan dalam Amdal apartemen Cinere Terrace Suites serta Cinere Bellevue Mall," kata Peter.

Berita acara itu, kata dia, bisa digunakan menjadi bukti jika warga nantinya dirugikan dalam pembangunan tersebut sehingga bisa menuntut dicabutnya Amdal.

"Bahkan bisa menuntut semua pihak terkait atas tuduhan Pidana Lingkungan Hidup," kata Peter.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved