Rabu, 15 April 2026

Bus Wisata Jakarta

Gara-gara Mpok City Penumpang Ini Jadi Tahu Sejarah Harmoni

Ketiadaan tour guide bus City Tour ternyata membuat beberapa penumpang bus wisata keliling Jakarta itu menjadi kecewa.

WARTA KOTA, GAMBIR - Ketiadaan tour guide bus City Tour ternyata membuat beberapa penumpang bus wisata keliling Jakarta itu menjadi kecewa.

Pasalnya, untuk sebuah bus wisata, tour guide dirasakan penting manfaatnya. Salah satu penumpang bus City Tour, Rini (23), mengatakan dirinya jadi tahu sejarah Harmoni karena pernah naik bus tujuan Harmoni-Pasar Baru.

Kepada Wartakotalive.com, Rabu (7/1) pagi, penumpang ini bercerita, dirinya sempat naik bus City Tour beberapa waktu lalu dan ada cerita membekas di ingatannya.

"Saya ingat waktu itu, tour guide nya pernah cerita tentang sejarah Harmoni. Waktu itu, kita lagi ngelewatin Jalan Medan Merdeka Barat dekat Harmoni," ceritanya.

Perempuan berkaca mata yang memang suka dengan sejarah itu melanjutkan, Mpok City (sebutan tour guide di bus tingkat wisata keliling Jakarta) saat itu bercerita, bahwa Harmoni mulanya adalah sebuah gedung perkumpulan Belanda yang kemudian dirobohkan untuk perluasan jalan.

"Sekarang gedung Harmoni itu gedung Mensesneg (kementerian sekretariat negara), tapi, kata tour guide waktu itu, nama Harmoni tetap dipakai agar masyarakat tahu asal usulnya Harmoni," imbuhnya.

Saat ini, kata Rini, bus City Tour sama saja fungsinya dengan bus lainnya, yakni hanya sebagai moda transportasi umum.

Ketidakadaan Mpok City cukup mengecewakannya.

"Kalau bus wisata harusnya ada tour guidenya, kalau nggak ada tour guide ya sama aja dengan bus biasa. Lagi pula, penumpang di sini sedikit-sedikit jadi tahu sejarahnya kota Jakarta. Jakarta jadi nggak terkenal karena macetnya doang," sesalnya.

Ia pun menepis anggapan adanya tour guide hanya menambah anggaran.

"Buang anggaran, ya nggak dong, kan anak-anak sekolah kalau liburan naik ini bisa jadi tahu tentang kota yang dia tinggali, saya lebih senang kalau bus City Tour ini ada tour guidenya," katanya.

Sementara penumpang lainnya, Yus (40), berpendapat, hadirnya Mpok City bisa membantu wisatawan untuk mengenali kotanya. Ia pun mengungkapkan pengalamannya yang pernah naik bus City Tour beberapa waktu lalu. Saat itu, kata dia, ada dua orang turis asing yang tidak bisa bahasa Indonesia.

Kedua turis asing itu, hendak turun di sebuah tempat tetapi bus kebetulan tidak berhenti di tempat yang dimaksud si turis.

"Akhirnya turis dikasihtau sama tour guide itu pakai bahasa Inggris untuk turun di halte terus lebih dekat dengan tempat yang dia tuju, sementara kalau kondektur dan sopirnya kan ngga bisa ngasih arahan seperti itu," katanya.

Ia pun menyimpulkan, hadirnya tour guide merupakan hal yang penting dalam sebuah bus wisata.

"Yang naik bus inikan bukan hanya warga Jakarta, tapi juga orang asing, tidak semua petugas bisa bahasa Inggris sebaik tour guide, kitakan harus melihat hal itu," kata ibu dua anak itu. (Agustin Setyo Wardani)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved